Berita Palembang

Akad Kredit KPR 800 Rumah di Sumsel Tertunda, Apersi Beberkan Sebabnya

Selain Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terhenti, pengembang juga jadi semakin tertekan karena mereka juga terancam kredibilitasnya

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
HARTATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi rumah bersubsidi di Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Habisnya kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi pengembang mengakibatkan pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah terpaksa terhenti.

Selain Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terhenti, pengembang juga jadi semakin tertekan karena mereka juga terancam kredibilitasnya.

Pembeli mulai meragukan kredibilitas pengembang karena rumah yang ingin dibeli tak kunjung bisa diakadkan.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumsel Syamsu Rusman mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 800 unit rumah yang tertunda melakukan KPR di wilayah Sumsel.

Khayan Sekeluarga Kecelakaan di Prabumulih, Mobil Rusak Berat Tabrak Pagar Rumah

"Di wilayah Apersi Sumsel, ada sekitar 800 unit rumah yang KPRnya tertunda sejak 3 bulan lalu, dari total 100 pengembang Apersi, atau rata- rata pengembang ada sekitar 8-12 unit rumah," kata Syamsu, disela- sela kegiatan sosial nonton bareng bersama anak yatim di CGV Cinema PTC Mall Palembang, Minggu (22/9/2019).

Menurut Syamsu, tertundanya akad KPR tersebut, jika secara nasional ada sekitar 130 ribuan unit dengan Apersi ada sekitar 60 ribu unit.

Bisa saja sejumlah pengembang gulung tikar jika pembatasan kuota terus berlanjut.

"Ya, kalau dibilang ada yang kolaps atau gulung tikar belum ada, tapi lagi SOS lah, mau ke arah situ kalau terus berlanjut. Sebab, situasi sekarang pembeli ada, rumah ada tapi KPRnya tidak ada," capnya.

Diterangkan Syamsu, DPP Apersi bersama organisasi pengembang yang ada, memang telah melaporkan dan bertemu presiden untuk menyampaikan keluhan tersebut.

Besok Smart SIM Diluncurkan di Palembang, Ada Penghitungan Poin, Bisa Diisi Saldo untuk Tol

Diharapkan ada solusi penambahan kuota KPR yang ada, khususnya rumah subsidi.

"Apersi sudah ngadep Presiden, dan katamya ada penambahan kuota sekitar 34 ribu unit tahun ini, dan ini bisa teralisasi satu atau dua minggu kedepan."

"Mudah-mudahan dapat membantu terealiasai stok KPR yang tertunda sebelumnya," ungkap Syamsu.

Sedangkan untuk realisasi capaian rumah yang dubangun dan terjual, Apersi Sumsel mencatat baru sekitar 65 persen dari target yang ditetap tahun ini sebanyak 5 ribu unit, atau baru sekitar 2.800 unit.

"Meski dalam keadaan darurat, dalam masalah terbatas kuota FLPP, dan tertunda KPR kita tetap bisa eksis. Meski capaian target, jauh dibawah atau yang diharapkan," ungkapnya.

Sementara dalam kegiatan nonton bareng tersebut, Apersi mengundang sekitar 100 anak yatim dari sejumlah panti asuhan di kota Palembang.

Dimana kegiatan ini merupakan kegiatan sosial dan spontanitas yang digagas sejumlah anggota Apersi Sumsel. Disamping kegiatan sosial yang rutin dilakukan Apersi seperti bakti sosial maupun buka bersama anak yatim, pada momen tertentu.

"Harapannya, kegiatan ini bisa berkelanjutan. Dan Apersi ingin berbagi kebahagian dan menjalin hubungan kekeluargaan bersama anggota Apersi Sumsel," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved