Karhutla 2019

Dampak Kabut Asap, Dinas Pendidikan Sumsel Minta Jam Masuk Sekolah Mundur Jadi Pukul 09.00

Asap yang semakin pekat membuat kadar udara di sejumlah daerah di Sumsel masuk kategori tidak sehat dan berbahaya

Dampak Kabut Asap, Dinas Pendidikan Sumsel Minta Jam Masuk Sekolah Mundur Jadi Pukul 09.00
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Foto Ilustrasi : Siswa SD di Muratara berangkat ke sekolah menembus kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Asap yang semakin pekat membuat kadar udara di sejumlah daerah di Sumsel masuk kategori tidak sehat dan berbahaya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 06.00-07.00, Kamis (19/9/2019), berada di warna hitam atau berbahaya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo segera meminta pengelola sekolah mencermati perkembangan udara dan memundurkan waktu masuk sekolah menjadi pukul 09.00.

"Kondisi saat ini menurut Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan masuk kategori tidak sehat oleh karena itu saya minta sekolah mencermati perkembangan udara yang terus berfluktuasi," ujarnya saat dihubungi tribunsumsel.com melalui Whats app, Kamis (19/9/2019).

Apakah Kadar Udara OKU Timur Masih Aman? Ini Penjelasan DLH

Apabila masuk kategori tidak sehat, Widodo minta sekolah memundurkan jam masuk.

Selama ini edaran dibuat mundur masuk pukul 08.00, bisa dimundurkan lagi pukul 09.00.

"Ini jika kondisi di sekolahnya menyentuh area merah. Pihak sekolah ada baiknya menutup pintu dan jendela sekolah," katanya.

"Selanjutnya menaruh tanaman di dalam kelas untuk menjaga oksigen, memasang tirai yang dibasahi."

"Kemudian jangan lupa mengingatkan siswa selalu memakai masker, dan terus banyak minum," katanya.

Situs BMKG Pantau Kualitas Udara Dampak Kabut Asap Tidak Bisa Dibuka, Server Down ?

Dia melanjutkan sampai kondisi tertentu pihaknya berharap kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa, dan terus memaksimalkan kelas maya (internet).

"Selanjutnya kita terus akan lakukan evaluasi dari hari ke hari mudah2an kebakaran segera dapat diatasi," tutupnya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved