Berita Lahat

BLH Lahat Tegur Puluhan Klinik dan Puskesmas karena Buruknya Pengelolaan Limbah Medis

Puluhan puskesmas dan klinik kesehatan di Lahat dapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lahat

BLH Lahat Tegur Puluhan Klinik dan Puskesmas karena Buruknya Pengelolaan Limbah Medis
Sripo/ Ehdi Amin
Kasi Peningkatan Kapasitas DLH Lahat, M Khairul 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Puluhan puskesmas dan klinik kesehatan di Lahat dapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lahat.

Puluhan tempat layanan kesehatan itu dapat teguran karena buruknya pengelolaan limbah medis.

Kabid LB3 BLH Lahat, M Jonliadi menjelaskan, persoalan limbah medis ini memang terus masuk pengawasan pihaknya.

Mengingat untuk Kabupaten Lahat sendiri, terkait pemusnahan limbah medis menggunakan insinerator yang ada di RSUD, Puskesmas, dan Puskesmas Bandar Jaya belum mengantongi izin operasional dari Kementrian Lingkungan Hidup.

Jajaran Polres Musi Rawas Utara Sholat Istisqo Minta Hujan dan Asap Hilang

"Ada 30 pusat medis yang kita tegur. Selama ini, ada pihak ke 3 yang mengangkut limbah medis itu. Tidak dimusnahkan di Lahat. Namun baru RSUD Lahat yang sudah ada kerjasamanya," terang Jonliadi, disampaikan Kasi Peningkatan Kapasitas, M Khairul, Rabu (18/9).

Khairul menjelaskan, terkait limbah medis ini sebenarnya pihak klinik, puskes, maupun RSUD sudah melakukan pemilahan, hanya saja masih kurang.

Sepatutnya harus lebih selektif, seperti limbah suntikan tidak tercampur dengan limbah infus.

Selain itu, setelah dikumpulkan dalam satu bulan volumenya paling banyak 10 kilogram, sedangkan transportir maunya minimal 250 kilogram.

Kunci SFC Stabil di Puncak Klasemen, Rutin Beri Bonus ke Pemain Agar Sriwijaya FC Promosi Liga 1

"Ini jadi PR bersama pihak Dinkes untuk langkah kedepan. Sebenarnya aturan ini kan sudah diketahui oleh pihak kalangan medis,"sesalnya.

Khairul menyarankan, agar kedepan minimal di Lahat ada insinerator yang mengantongi izin, jadi limbah medis bisa langsung dimusnahkan.

Untuk jangka panjang, bisa dibentuk BUMD pengolahan limbah medis.

"Kalau belum mampu semua, setidaknya dibuatkan tempat penyimpanan sementara limbah medis. Nantinya TPS ini bisa bekerjasama dengan transportir," sarannya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved