Diduga Bocor, Razia Samsat di Prabumulih Hanya Jaring 40 Pengendara Mati Pajak

Razia untuk memperkecil tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), digelar UPTB Samsat Kota Prabumulih di Simpang air mancur Kecamatan Cambai

Diduga Bocor, Razia Samsat di Prabumulih Hanya Jaring 40 Pengendara Mati Pajak
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Petugas UPTB Samsat Prabumulih bersama dishub dan jasaraharja ketika melakukan razia kendaraan mati pajak di simpang air mancur Kecamatan Cambai kota Prabumulih, Senin (16/9/2019). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Razia untuk memperkecil tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), digelar UPTB Samsat Kota Prabumulih di Simpang air mancur Kecamatan Cambai, Senin (16/9/2019).

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, razia UPTB bersama pihak dinas perhubungan, jasa raharja dan kepolisian tersebut berhasil menjaring sebanyak 40 kendaraan berupa mobil angkutan barang, travel, Bus dan pick up yang melintas.

Razia yang diduga telah bocor tersebut tidak berhasil menjaring kendaraan sepeda motor yang mati pajak alias belum membayar pajak kendaraan.

"Razia baru kita gelar hari pertama, sebanyak 40 kendaraan kita jaring, jumlah masih sedikit karena diduga bocor dan banyak pengendara putar arah ketika melihat razia," ungkap Kepala UPTB Samsat Prabumulih melalui Kasubag Pendataan dan Penagihan, Donny Andrivan ketika dibincangi.

Donny mengatakan, untuk kendaraan yang terjaring razia, ada beberapa yang mati pajak, juga ada yang habis masa uji kir, status terperiksa dengan pajak hidup dan lainnya. "Kita razia langsung melakukan penindakan, memang saat dilapangan keluhannya banyak namun langsung ditilang," jelasnya.

Lebih lanjut Donny menuturkan, razia yang dilakukan pihaknya tersebut akan diselenggarakan hingga 18 September mendatang dan mengenai lokasi razia akan berubah setiap harinya. "Razia akan kita lakukan setiap hari hingga Rabu dan mengenai lokasi akan kita ubah-ubah sehingga para pengendara yang menunggak PKB bisa terjaring," bebernya

Donny menjelaskan, tujuan dilaksanakan razia itu sendiri tak lain adalah untuk menjaring kendaraan yang mati pajak dan pihaknya menyiapkan mobil samsat keliling di lokasi razia sehingga pelanggar bisa langsung membayar tunggakan pajak kendaraannya.

Link Berita Video Terbaru

"Kita memang tidak bisa eksekusi namun jika mau menilang ada pihak kepolisian, kalau angkutan lebih muatan dan lainnya ada Dishub dan ada Jasaraharja. Jadi razia itu ada solusi dan pengendara tidak ada alasan lagi," jelasnya.

Ditanya apakah ada kendaraan plat merah yang terjaring dalam razia dilaksanakan pihaknya itu, pria bertubuh bongsor ini mengaku sejauh ini belum ada dan dipastikan kendaraan dinas yang belum membayar pajak tidak banyak.

"Kendaraan dinas rata-rata sudah membayar pajak, contoh razia tahun lalu kendaraan dinas tidak ada kena razia," tambahnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved