Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Menurun Selama OPM 2019 di Musirawas

Selama OPM 2019 di Musirawas, Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Menurun

Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Menurun Selama OPM 2019 di Musirawas
Istimewa
AKP Dani Prasetya, Kasat Lantas Polres Musirawas. 

KANAL POLRES MUSIRAWAS

MUSIRAWAS, TRIBUNSUMSEL.COM  - Pelaksanaan Operasi Patuh dengan sandi Musi (OPM) 2019 yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Musirawas sejak 29 Agustus 2019 berakhir Rabu (11/9/2019) pukul 00.00.

Selama digelarnya OPM 2019 ini, kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data penindakan pelanggaran (Dakgar) dan perkara kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) selama pelaksanaan OPM 2019 di Satuan Lalu Lintas Polres Musirawas, penindakan pelanggaran lalu lintas sebanyak 448 tilang. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan dengan pelaksanaan OPM 2018, dimana jumlah penindakan pelanggaran sebanyak 700 tilang.

Demikian pula dengan teguran pada OPM 2019 sebanyak 49 teguran atau menurun dibandingkan OPM 2018 sebanyak 83 teguran.

 Adapun kecelakaan lalu lintas selama OPM 2019 nihil. Sedangkan pada OPM 2018 ada satu kejadian kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

"Berdasarkan hasil evaluasi setelah pelaksanaan OPM 2019, memang terjadi penurunan angka penindakan pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kapolres Musirawas AKBP Suhendro melalui Kasat Lantas AKP Dani Prasetya, Kamis (12/9/2019).

Dikatakan, terjadinya penurunan penindakan pelaggaran dan kecelakaan lalu lintas dalam OPM 2019 ini karena banyak faktor. Antara lain, karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

Peningkatan kesadaran masyarakat ini antara lain karena sosialiasi tertib lalu lintas dilakukan oleh anggota Satlantas Polres Musirawas secara intens.

"Sosialisasi tentang tertib lalu lintas ini secara intens terus kita lakukan. Baik ke sekolah-sekolah, pangkalan ojek, maupun kelompok masyarakat lainnya. Karena kita melihat bahwa pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas selama ini didominasi remaja atau pelajar. Itu salah satu sasaran sosialisasi tertib lalu lintas yang kita lakukan," kata AKP Dani Prasetya.

Ditambahkan, selain faktor kesadaran masyarakat tentang tertib berlalu lintas, penurunan pelanggaran dan kecelakaan juga dipengaruhi faktor transportasi. Dimana, dengan adanya beberapa alternatif jalan, seperti jalintim, maka terjadi penurunan volume kendaraan terutama truk yang melintasi jalan di Kabupaten Musirawas.

"Sebelumnya banyak kendaraan seperti truk yang melintas disini, sekarang menurun. Artinya berkurangnya kepadatan lalu lintas atau volume kendaraan, seperti dari Pelambang menuju Jambi dan seterusnya, itu bisa melewati Jalintim, tidak lewat Musirawas. Berkurangnya volume kendaraan ini berpengaruh terhadap penurunan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas," ujarnya. (ahmad farozi)

Ket foto

AKP Dani Prasetya, Kasat Lantas Polres Musirawas.

Editor: Erwanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved