Karhutla 2019

Tidak Sempat Mandi dan Kurang Tidur, Cerita Anggota DPKPB Demi Padamkan Kebakaran di Lubuklinggau

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sejak memasuki musim kemarau banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kota Lubuklinggau

Tidak Sempat Mandi dan Kurang Tidur, Cerita Anggota DPKPB Demi Padamkan Kebakaran di Lubuklinggau
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah (DPKPB) Lubuklinggau memadamkan api di lahan kosong, Kamis (15/8/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sejak memasuki musim kemarau banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kota Lubuklinggau.

Catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) sejak memasuki musim kemarau tahun ini, sudah 40 kali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kasi Operasional dan Pengendalian Kebakaran DPKPB, Mahali mengaku dalam sehari semenjak memasuki musim kemarau kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) hampir terjadi setiap hari.

"Sehari kadang dua kali, kadang tiga kali bahkan ada yang sampai lima kali," ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.com, Rabu (11/9/2019).

Buang Puntung Rokok Sembarangan Penyebab Utama 40 Kasus Kebakaran Lahan di Lubuklinggau

Mahali mengaku seringnya terjadi Karhutla dua bulan terakhir membuat anggotanya kewalahan, bahkan rata-rata anggota DPKPB mengalami insomnia.

"Selama dua bulan terakhir kebakaran meningkat, kebanyakan kurang tidur, bahkan kadang tidak sempat mandi sama sekali, karena baru mau mandi sudah ditelpon ada kebakaran lagi," ujarnya.

Namun meskipun siang malam harus berjaga di pos masing-masing.

Mahali bersyukur sejauh ini belum ada angggota yang harus dirawat dirumah sakit karena mengalami kelelahan.

"Sejauh ini belum ada korban yang jatuh sakit. Tapi kalau kelelahan biasa banyak. Karena masyarakat apabila ada kebakaran taunya api harus padam," tuturnya.

Menanti Pertarungan Bupati Muratara Melawan Wakilnya di Pilkada 2020, Devi Panas Dingin

Mahali menyebutkan, DPKPB Kota Lubuklinggau saat ini mempunyai 7 unit mobil Damkar yang siaga di empat pos yakni wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat, Utara, Selatan dan pos induk.

"Masing -masing satu pos ada 10 anggota yang dipimpin oleh satu orang PNS. Kecuali pos induk ada 24 anggota yang berjaga," paparnya.

Sepanjang terjadinya Karhutla kurang lebih sudah 20 hektare lahan terbakar.

Dari 20 hektare itu paling susah memadamkan api dilahan gambut dan alang-alang. Karena pemadaman harus dilakukan dari bawah.

"Wilayah yang paling rawat di Kota Lubuklinggau yakni Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Ceremeh Taba, Lubuklinggau Barat tepatnta Sukajadi," katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved