Karhutla 2019

Kabut Asap Makin Parah, Dinas Pendidikan Sumsel Keluarkan Surat Edaran Pengaturan Jam Belajar

Pekatnya kabut asap yang menyelimuti kota Palembang memicu kekhawatiran bagi masyarakat terhadap dampak polusi udara

Kabut Asap Makin Parah, Dinas Pendidikan Sumsel Keluarkan Surat Edaran Pengaturan Jam Belajar
Sripo/ Rahmaliyah
Pembagian masker kepada pelajar di Kota Palembang, Kamis (5/9/2019). Kabut asap beberapa hari ini semakin parah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pekatnya kabut asap yang menyelimuti kota Palembang memicu kekhawatiran bagi masyarakat terhadap dampak polusi udara.

Terutama bagi anak sekolah yang rata-rata masuk pagi sekitar pukul 06.45.

Sedangkan kabut asap mulai pekat dari pukul 05.00 hingga 07.00.

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel telah mengeluarkan surat edaran ditujukan kepada Ketua MKKS SMA/SMK Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan.

Surat edaran ini memberikan panduan untuk mengambil langkah efisien agar kabut tidak membahayakan aktivitas belajar-mengajar khususnya anak sekolah.

"Merujuk dari kondisi yang digambarkan oleh BMKG dan Dinkes, sampai saat ini masih tetap bisa ke sekolah walau ada yang telah harus menggunakan masker dan menggeser jam belajar ke jam 08.00 pagi, di mana kondisi asap biasanya mulai membaik," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo, Selasa (10/9/2019).

Ayu Rasakan Sesak, Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Masuk Rumah Warga Palembang

Dalam surat tersebut tertulis sehubungan dengan perkembangan keadaan cuaca yang tidak menentu/kabut asap yang melanda dan sebagian wilayah Sumatera Selatan yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan proses belajar mengajar bagi peserta didik, maka Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengintruksikan haI-hal sebagai berikut :

Bagi daerah yang normal belajar seperti biasa.

Bagi daerah yang kategori sedang tetap belajar dengan ketentuan diundur jam masuk sekolah dan atau memakai masker.

Bagi daerah kategori parah, maka kegiatan belajar fakultatif yaitu siswa diberi tugas sesuai dengan mata pelajaran yang seharusnya berlangsung untuk dikenakan di rumah dan memaksimalkan kelas maya.

Sehingga tidak mengurangi jam dan hari dalam 1 tahun yang harus dilaksanakan.

Widodo juga mengatakan daerah dengan kategori parah meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), Palembang, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. OKU Selatan, OKU Timur, PALI, Muara Enim, Musi Rawas, Empat Lawang dan Musi Rawas Utara.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved