Waspada Penipuan, Beli Emas Antam Langsung ke Gerainya Jangan Melalui Medsos

Menterengnya harga emas saat ini ternyata membuat sejumlah orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan

Waspada Penipuan, Beli Emas Antam Langsung ke Gerainya Jangan Melalui Medsos
Tribun Sumsel/ Hartati
Pegawai PT Aneka Tambang (Antam) memperlihatkan logam mulia

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Menterengnya harga emas saat ini ternyata membuat sejumlah orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan dengan menjual logam mulia dengan harga murah di bawah pasaran.

Praktik ini terjadi di Jakarta oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab menjual logam mulia dengan sistem lelang dan pre order (PO) yang dijual mengatasnamakan Antam.

"Kalau Palembang alhamdulilah tidak ada kita tidak mengenal seperti ini karena di sistem Operasional Prosedur (SOP) Antam penjualan seperti itu untuk retail tidak ada," ujar Marketing Representative PT Antam Tbk UBBP Palembang, Imam Sutarwoko, Senin (9/9/2019).

Penjualan emas Antam beredar di masyarakat memang wajar terjadi karena Antam menggunakan sistem jual putus dengan konsumen.

Itu artinya masyarakat bebas menjual lagi emasnya dengan harga yang mereka tetapkan sendiri.

Namun praktik yang tidak wajar.

Ada pihak yang mengiming-iming emas logam mulia dengan harga jauh lebih murah dengan alasan membeli emas dari Antam dalam bentuk kilo bar.

Emas itu kemudian dipecah-pecah menjadi grammasi lebih kecil sehingga harga bisa lebih murah.

Emasnya dijual Rp 500 ribuan hingga Rp 600 ribuan padahal harga saat ini dijual di atas Rp 750 ribu per gram yang dijual dengan sistem transfer dan emas akan diterima 2-4 minggu kemudian.

"Di Antam tidak ada sistem seperti itu, jadi pastikan Anda bayar dan langsung dapat emasnya di manapun belinya," katanya.

Imam menyarankan agar masyarakat membeli emas dari sumber yang jelas secara cash and carry atau ada barang ada uangnya bukan melalui aplikasi percakapan instan dan media sosial secara perorangan, tidak memiliki toko atau gerai.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved