Karhutla 2019

Buang Puntung Rokok Sembarangan Penyebab Utama 40 Kasus Kebakaran Lahan di Lubuklinggau

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Membuang puntung rokok sembarangan sangat berbahaya

Buang Puntung Rokok Sembarangan Penyebab Utama 40 Kasus Kebakaran Lahan di Lubuklinggau
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur 1 beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Membuang puntung rokok sembarangan sangat berbahaya.

Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) sejak memasuki musim kemarau sudah 40 kali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hasil identifikasi DPKPB kebanyakan Karhutla yang terjadi di Bumi Sebiduk Semare disebabkan karena kecerobohan masyarakat membuang puntung rokok sembarangan.

Sejak memasuki musim kemarau kebakaran hutan dan lahan di Kota Lubuklinggau semakain marak terjadi.

Ibukota Muratara Muararupit Diselimuti Kabut Asap, Warga dan Pengendara Sangat Terganggu

Dampaknya kabut asap saat ini mulai menyelimuti Kota Lubuklinggau, bahkan kabut asap mulai menutupi ruas jalan Yos Sudarso dan mengganggu pengendara.

Waki Walikota Lubuklinggau, Sulaiman Kohar pun membenarkan jika Karhutla di Kota Lubuklinggau sejauh ini akibat warga membuang puntung rokok sembarangan.

"Karena sekarang kemarau jangan membuang puntung sembarangan angin berhembus, enak kalau siang hari, kalau malam hari, dan cepat melapor bisa cepat ditangani," ungkapnya.

Ia mengungkapkan pemerintah kota bersama pihak terkait baik pihak kepolisian, TNI dan masyarakat telah melakukan salat Istisqa untuk meminta diturunkan hujan.

"Kita meminta kepada masyarakat supaya selalu waspada, dan jangan membakar dekat-dekat rumah penduduk karena bahaya bisa terjadinya kebakaran," ujarnya.

Kabut Asap Semakin Pekat di Palembang, Karhutla Hari Ini Terpantau di OKI dan OI

Kemudian untuk antisipasi, DPKPB Kota Lubuklinggau selalu menyiagakan delapan mobil damkar yang ditempatkan di Pos wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat, Timur, Utara, Selatan.

Halaman
123
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved