Polres Banyuasin Terjun Langsung Sambangi Masyarakat untuk Antisipasi Penyebaran Hoax

Kami mengajak warga untuk tidak menyebarkan berita hoax yang mengakibatkan perpecahan.

Polres Banyuasin Terjun Langsung Sambangi Masyarakat untuk Antisipasi Penyebaran Hoax
HUMAS POLRES BANYUASIN
FOTO BERSAMA - Kanit Pidsus Iptu Fausiah Tamal STr bersama Bhabin Polres Banyuasin berfoto bersama pemuda Banyuasin di sela penyuluhan penyebaran berita hoax, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kepolisian Polres Banyuasin melakukan tindakan preventif dengan terjun langsung menyambangi masyarakat guna mengantisipasi penyebaran berita hoax juga konten yang belum tentu kebenarannya baik di media sosial juga media lainnya.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Arsiantara Sianipar SIk melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Maduransyah Putra SIk didampingi Kanit Pidsus Iptu Fausiah Tamal STr mengatakan, mereka sengaja memprogramkan terjun langsung ke masyarakat ini sebagai langkah preventif. Masyarakat disuluh dan diberikan pesan agar menghindari berita hox juga ujaran kebencian.

"Kami mengajak warga untuk tidak menyebarkan berita hoax yang mengakibatkan perpecahan," kata AKP Wahyu yang mengajak kalangan pelajar maupun para ibu-ibu yang saban hari membuka handphone dan membuka FB sebagai bahan informasi yang baik, Rabu (4/9/2019).

Dijelaskan Iptu Fausiah didampingi Bhabinkamtibmas Kedondong Raye, AKP Wahyu mengatakan saat sosialisasi disampaikan penekanan berkaitan UU ITE No 11 Tahun 2008 dengan ancaman berlaku kepada mereka yang memproduksi kontens hoax dan menyebarluaskan di Medsos baik soal berita bohong atau pencemaran nama baik atau penyebarluasan video asusila.

Untuk itu, ditambahkan Iptu Fausiah di era digitalisasi saat ini, maraknya kontens pemberitaan hoax tersebar luas di Media Sosial, untuk itu Polres Banyuasin, mengimbau kepada masyarakat agar lebih jelih memahami sebuah kontens berita, dan lebih dewasa mengunakan Medsos.

"Adapun Pelanggaran Undang–undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) Nomor 11 tahun 2008 tentang batasan penggunaan Medsos. Pencemaran nama baik dan melakukan hujatan terhadap orang lain, terancam pidana lama 6 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara dan denda dari Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta," kata Fausiah.

Kasubag Humas Polres Banyuasin Bripka Riduan berharap, pesan yang telah disampaikan oleh Kanit Pidsus dan Bhabin Polres Banyuasin, kiranya masyarakat dapat menyampaikan kembali ke saudara atau teman yang lainnya, bahwa kita tidak boleh menyebar luaskan berita hoax dan ujaran kebencian.

"Jangan sampai mencoba-coba menyebarkan berita bohong tanpa fakta bisa menyeret kita kepenjara," tegas Bripka Riduan kepada wartawan. (adv/mat bodok/sripo)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved