Berita Lubuklinggau
Pompa Bantuan Rusak, 5 Hektare Sawah di Taba Baru Lubuklinggau Gagal Panen
Lima hektare sawah milik warga di wilayah Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I gagal panen karena musim kemarau dan mengalami kekeringan
Penulis: Eko Hepronis |
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Lima hektare sawah milik warga di wilayah Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I gagal panen karena musim kemarau dan mengalami kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Lubuklinggau, Dedi Yansyah mengatakan, lima hektare sawah gagal panen tersebut murni karena kekeringan musim kemarau.
"Di sana ada 17 hektare lahan persawahan, dari 17 hektare itu lima hektare gagal panen karena kekeringan kemarau," kata Dedi pada Tribunsumsel.com, Selasa (3/9/2019).
Dedi menjelaskan kekeringan yang terjadi Taba Baru karena aliran drainase tidak mengalir diperparah satu dari pompa air bantuan dari pemerintah pusat rusak tidak berfungsi.
"Seandainya warga di sana memanfaatkan pompa itu potensi kekeringan dan gagal panen bisa dicegah," tambahnya.
• Polres OKU Timur Tetapkan 3 Tersangka Pembakar Lahan, Ini Kronologinya
Sementara 45 hektare lahan persawahan berada di wilayah Kelurahan Margarejo Kecamatan Lubuklinggau Selatan I juga mengalami kekeringan.
Namun, sebagian sudah ditanami jagung.
"Kita sudah mengimbau masyarakat untuk memundurkan masa tanam padi, sebagai gantinya masyarakat kita minta masyarakat menanam tanaman lainya seperti jagung," ujarnya.
Walau pun setiap musim kemarau para petani yang lahannya kekeringan sudah biasa tidak menanam padi lagi, ada yang nanam bayam, sawi dan jenis lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-dinas-pertanian-dan-peternakan-kota-lubuklinggau-dedi-yansyah.jpg)