Bupati Muaraenim Ditangkap KPK

Bupati Muaraenim, Ahmad Yani Dikabarkan Ditangkap KPK, Ini Penjelasan Demokrat Sumsel Soal Kadernya

Bupati Muaraenim, Ahmad Yani Dikabarkan Ditangkap KPK, Ini Penjelasan Demokrat Sumsel Soal Kadernya

Bupati Muaraenim, Ahmad Yani Dikabarkan Ditangkap KPK, Ini Penjelasan Demokrat Sumsel Soal Kadernya
Tribunsumsel.com
Di Halaman Hotel Griya Serasan Sekundang. Bupati Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, MM menghadiri acara Simulasi Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Muara Enim, Senin (15/04). 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Sumsel, belum bisa memberikan komentar terkait adanya kader Demokrat yang saat ini menjabat kepala daerah di Muara Enim, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kita (Demokrat) Belum dapat kejelasan, atas kepastian pengakapan itu, sehingga belum bisa komentar," kata Sekretaris DPD Demokrat Sumsel MF Ridho, Selasa (3/9/2019).
Menurut Ridho, pihaknya masih menunggu pihak berwenang (KPK) untuk menyampaikan, dan nanti Demokrat akan mengambil sikap, jika memang ada kader Demokrat terjaring di OTT KPK tersebut.
"Jelas semua partai ada sikap untuk melawan korupsi, dan kita tunggu saja," jelasnya 
Hal senada diungkapkan Firdaus Hasbullah, yang menjabat Ketua Badan Pembinaan OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPD Partai Demokrat Sumsel, pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari KPK saat ini.
"Kita masih menunggu KPK, karena belum ada penjelasan resmi, kedua biasanya dalam 1 kali 24jam sudah ada status yang ditangkap," bebernya.
Firdaus sendiri mendapat informasi jika ada kader Demokrat Sumsel yang terjaring OTT KPK, melalui media jika ada kejadian itu, dan saat ini pihaknya lost komunikasi dengan pengurus partai di Kabupaten Muara Enim.
"Kita mendoakan AY sehat dan baik- baik saja, dan kita belum ada kabar kebenaran itu, karena lost komunikasi," capnya.
Dilanjutkan Firdaus, partai Demokrat akan memberikan sanksi tegas bagi kadernya jika nanti benar, ada kadernya yang terjaring OTT KPK.
"Tapi yang jelas, Demokrat masih mwnunggu penjelasan KPK. Kalau sanksi pasti adalah, sebab kader dari awal memang membuat fakta integritas untuk melawan korupsi," tandasnya.
Sebelumnya dikabarkan, Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Sumatera Selatan, Senin (2/9/2019) malam.
Tempat kejadian perkara di salah satu KCF di Kota Palembang.
Dari OTT tersebut, KPK mengamankan tiga orang, yakni berinisial AY, A dan RB.
OTT yang dilakukan KPK diduga terkait suap proyek di Kabupaten Muara Enim.
Inisial AY disebut-sebut adalah Bupati Muara Enim, inisial A adalah pejabat di Dinas PUBM Kabupaten Muara Enim, dan seorang pengusaha berinisial RB. 
Pengusaha RB diketahui merupakan warga berkediaman di Citra Grand City Palembang.
Bupati Muara Enim AY diduga telah menerima "upeti" dari pemenang tender yakni pengusaha RB. 
Dikabarkan, saat ini AY, A dan RB tengah berada di Mapolda Sumsel.
Untuk diketahui, KPK sudah melakukan penyegelan kantor Bupati Muara Enim.
Sementara kondisi rumah dinas Bupati Muara Enim yang berada di Jalan Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II masih terlihat sepi.
Hanya ada sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved