Pasang Neon Box, 3 Pria Nyaris Tewas Tersengat Listrik, Sofyan Terpental di Ketinggian 4 Meter

Tiga pekerja pemasangan neon box papan reklame asal kota Palembang, nyaris tewas akibat tersengat listrik ketika memasang neon box di toko tak jauh

Pasang Neon Box, 3 Pria Nyaris Tewas Tersengat Listrik, Sofyan Terpental di Ketinggian 4 Meter
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Sofyan alias Ayen ketika menjalani perawatan di UGD Rumah Sakit Bunda kota Prabumulih. Korban bersama dua temannya tersengat listrik ketika memasang Neon Box di depan toko Optik Sinar Baru Pasar Prabumulih, Minggu (1/9/2019). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Tiga pekerja pemasangan neon box papan reklame asal kota Palembang, nyaris tewas akibat tersengat listrik ketika memasang neon box di toko tak jauh dari rel KA Pasar Prabumulih

Tepatnya Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Sabtu (31/8/2019) sekitar pukul 19.30.

Ketiga pekerja tersebut yakni Sopyan alias Ayen (43) warga 10 Ulu Kecamatan Kertapati Kota Palembang, M Syahbani (26) dan Syukri, keduanya warga Jalan Merdeka RT 15 RW 06 Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit kecil Kota Palembang.

Sofyan alias Ayen mengalami luka cukup serius akibat terpental dari ketinggian sekitar 4 meter, korban menderita luka di bagian kepala, luka robek di bagian dagu dan luka bakar di bagian tangan sebelah kiri.

Syahbani mengalami luka bakar di bagian paha sebelah kiri dan kanan. 

Akibat luka serius dialaminya kedua korban terpaksa dilarikan ke UGD Rumah Sakit Bunda kota Prabumulih untuk mendapat perawatan.

Sementara Syukri hanya mengalami luka ringan.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, kejadian menimpa tiga korban itu berawal saat ketiganya tengah memasang reklame neon box menggunakan steger atau scaffolding dengan ketinggian sekitar 4 meter di depan toko Optik Sinar Baru Pasar Prabumulih.

Saat ketiganya tengah berada diatas steger untuk mengganti reklame neon box, tiba-tiba terdengar ledakan dan Sofyan tersengat listrik serta mendadak terpental jatuh ke aspal dan tak sadarkan diri.

Sementara Syahbani dan Syukri juga ikut tersengat serta terpental, namun tubuh kedua korban tersangkut di steger. 

Pengawas pekerja dan warga yang mendegar ledakan serta menyaksikan korban jatuh langsung melakukan upaya pertolongan. Warga yang khawatir ikut tersetrum berusaha menyelamatkan Syahbani dan Syukri, sementara Sofyan langsung dilarikan ke UGD Rumah Sakit Bunda kota Prabumulih.

Menurut saksi mata, sebelum peristiwa itu terjadi terdengar ada ledakan di papan reklame yang berada tepat yang sedang mereka perbaiki.

"Mereka itu lagi memperbaiki papan reklame neon box, belum lama bekerja tiba-tiba ada ledakan dan satu pekerja jatuh sedangkan dua lainya berteriak minta tolong dengan kondisi tersetrum. Kami terkejut, warga rame namonyo di pasar lalu ditolong dibawa ke rumah sakit," ungkap Rian, seorang tukang ojek dikawasan itu.

Sementara, Edo (42) yang merupakan pengawas pengerjaan neon box menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pasti darimana sumber aliran listrik yang menyebabkan tiga pekerjanya tersengat listrik disebabkan sebelum bekerja aliran listrik sempat dipadamkan.

"Tidak tau asal arus itu dari mana, mungkin ada kabel yang tidak terbungkus menempel di rangka besi neon box. Tiga rekan kita tersengat, dua harus dirawat dan satu hanya luka ringan," katanya panik.

Sedangkan Syahbani ketika dibincangi di rumah sakit sudah mulai pulih. Syahbani mengaku ia bersama dua temannya tak menyangka tiba-tiba ada arus listrik dan membuat pihaknya tersetrum.

"Arus listrik sudah dipadamkan tapi tibo-tibo ado aliran listrik, tibo-tibo kak Sofyan langsung kesetrum dan nyampak. Dak lamo tu kami duo Syukri jugo keno setrum, untuk kami dak nyampak," kata Syahbani yang masih gemetar dan trauma.

Peristiwa itu sendiri telah dilaporkan kepada petugas kepolisian dan saat kejadian ada petugas dari Polres Prabumulih yang melintas lalu membawa korban ke rumah sakit. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved