Lelang Pengerjaan Jalintim 3 Kali Gagal, Lelang ke 4 Diserahkan ke BP2JK DKI

Tahapan lelang pengerjaan ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) arah batas Provinsi Jambi dan arah batas Provinsi Lampung gagal untuk ketiga kalinya

Penulis: Sri Hidayatun |
Sripo/ Rahmaliyah
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang (BBPJN V), Kiagus Saiful Anwar 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Tahapan lelang pengerjaan ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) arah batas Provinsi Jambi dan arah batas Provinsi Lampung gagal untuk ketiga kalinya.

Lelang tiga kali gagal karena tidak ada peserta atau penyedia jasa lelang yang memenuhi persyaratan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang (BBPJN V), Kiagus Saiful Anwar menyebutkan, pengajuan proses lelang ini sudah diajukan sejak pertengahan 2018 ke Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) wilayah Sumsel.

"Saat ini status paket pengerjaan tersebut sedang persiapan lelang ulang ke empat. Tapi untuk lelang kali ini diserahkan ke BP2JK DKI."

"Setelah pembentukan BP2JK semua lelang diambil alih, kita hanya fokus untuk pengerjaan/pemeliharaan rutin ruas jalan agar bisa dilalui oleh masyarakat dengan nyaman," jelasnya, Senin (26/8/2019).

Heboh Pernyataan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif, 2017 Pernah Viral

Lanjut Saiful, pekerjaan ruas Jalintim terdiri dari lima paket long segmen sepanjang 383,20 kilometer dengan alokasi Tahun Anggaran Tahun 2019 dengan pagu total sebesar Rp 1,015 triliun.

"Untuk sementara sampai diputuskan pemenang lelang, pemeliharaan rutin masih menggunakan dana transisi Rp 58 Miliar periode sebelumnya, tapi kemungkinan besaran dana transisi kali ini tidak sebesar itu,"

"Sebab sebelumnya sudah ada pemeliharaan jalan yang berlubang dengan sistem tambal sulam, sekarang lagi dihitung ulang," katanya.

Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi Jalintim tetap bisa dan aman dilintasi walau kondisinya ada beberapa segmen yang berlubang.

"Bukan berarti Jalintim itu semua kondisinya rusak, ada segmen tertentu yang kondisinya baik. Pemeliharaan rutin juga dilakukan terus seperti tambal sulam, tebas rumput dan pembersihan drainase," tuturnya.

Menurutnya, perbaikan jalintim ini harus segera dilakukan guna memberikan kenyaman kepada para pengendara.

Kisah Sedih Ninik, Suaminya Ditemukan Jadi Mayat, Biasanya Tiap Minggu Jenguk dan Kirim Uang

"Kalau sekarang kondisinya memang tidak nyaman. Namun untuk keamanan alhamdulilah tidak ada kecelakaan," ungkap dia.

Syaiful menjelaskan kondisi jalintim tidak semuanya rusak.

Diakuinya, akibat jalan rusak ini kata dia memang diakuinya membuat perjalanan jadi tidak nyaman dan waktu tempuh lebih lama.

"Kita berharap bulan Desember ini bisa tanda tangan kontrak dengan dana multi years. Selama ini dilakukan perbaikan tambal sulam dengan dana transisi," tegas dia. (Sri/Rahmaliyah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved