HIS

Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Warga Lahat Salat Istisqa. Ya, Allah Turunkanlah Hujan!

Ya Allah turunkan la hujan. Warga sudah mulai kekurangan air. Tanaman sudah mulai mengering.

Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Hutan, Warga Lahat Salat Istisqa. Ya, Allah Turunkanlah Hujan!
SRIPO/EHDI AMIN
SALAT ISTISQA - Jemaah saat menunaikan salat istisqa yang dilakukan Pemkab di Halaman Pemda Lahat, Jumat (23/8/2019) 

DOA dan harapan dipanjatkan jemaah salat istisqa agar segera turun hujan. Kekeringan dan kebakaran hutan mulai melanda akibat kemarau panjang yang melanda Bumi Seganti Setungguan. Bahkan sebagian warga saat ini mulai mengalami krisis air.

Pemkab Lahat. Jumat (23/) pun menggelar salat istisqa. Jemaah yang hadir tidak hanya aparatur sipil negara (ASN) tetapi juga warga masyarakat.

"Ya Allah turunkanlah hujan. Warga sudah mulai kekurangan air. Tanaman sudah mulai mengering, " doa Mualimin saat ikut dalan pelaksanaan salat istisqa, di halaman parkir Pemkab Lahat.

Pantauan di lapangan, salat istisqa dipusatkan di halaman Pemkab Lahat itu, diimami KH Junaidi Sanusi, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur. Bertindak sebagai khatib, Ketua MUI Lahat, Drs KH Zulkiah Kohar dan dihadiri Jajaran Kodim 0405 Lahat dan para aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Daerah Lahat, Januarsyah Hambali SH MH mengungkapkan, kemarau yang melanda di Kabupaten Lahat, selain terjadinya kekeringan dibeberapa wilayah di Kabupaten Lahat, juga mengancam terjadinya kebakaran, seperi Kebakaran Hutan dan Lahat (Karhutla).

"Ya tentu kemarau yang terjadi cukup mengkhawatirkan. Meskipun belum terjadinya titik Karhutlah yang besar, kita mengantisipasi sedini mungkin. Salah satunya kita lakukan salat istisqa berjamaah," harapnya.

Salat istisqa ini kata H Januarsyah merupakan salah satu ikhtiar dan usaha dalam mengantisipasi kebakaran selain meminta hujan untuk menanggulangi beberapa daerah sudah kering sumur ataupun sungai.

"Kita Berharap beberapa hari kedepan akan turun hujan, sehingga kebakaran karhutla dapat dikurangi, terlebih lagi sumur-sumur penduduk kembali terisi dan aliran sungai teraliri lagi," terangnya.
Januarsyah meminta, agar para camat dan kepala desa (kades) dapat mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan pembakaran hutan, dalam rangka pembukaan lahan ladang atau kebun. (ehdi/sp)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved