Karhutla 2019

Sirtani Oknum PNS di Musirawas Ditetapkan Tersangka Pembakaran Lahan, Ini Kronologinya

Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Musirawas, Sirtani (54) ditetapkan sebagai tersangka pembakaran lahan

Sirtani Oknum PNS di Musirawas Ditetapkan Tersangka Pembakaran Lahan, Ini Kronologinya
Sripo/ Ahmad Farozi
eorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Musirawas, Sirtani (54) ditetapkan sebagai tersangka pembakaran lahan. 

TRIBUNSUMSEL>COM, MUSIRAWAS-Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Musirawas, Sirtani (54) ditetapkan sebagai tersangka pembakaran lahan.

Sirtani merupakan Warga RT 02 RW 02 Kelurahan O Mangun Harjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas.

Mapolres Musirawas menetapkan Sirtani sebagai tersangka karena diduga memerintahkan pembakaran lahan di wilayahnya.

"Yang bersangkutan kita panggil untuk menjalani pemeriksaan terkait keterangan dari tersangka Arman yang sebelumnya sudah kita amankan atas kasus pembakaran lahan."

"Dimana dari keterangan tersangka Arman, bahwa dia membakar lahan seluas sekitar lima hektar, atas perintah tersangka Sirtani," ungkap Kapolres Musirawas AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto, kepada Sripoku.com, Kamis (22/8/2019).

Dikatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Sirtani, pada Kamis (22/8/2019) sekitar pukul 15.30 di Mapolres Musirawas, yang bersangkutan mengakui telah memerintahkan tersangka Arman untuk membakar lahan.

Pembakaran lahan di wilayah Kelurahan O Mangun Harjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas dilakukan pada 10 Agustus 2019.

Sirtani memberikan upah sebesar Rp 100 ribu kepada tersangka Arman untuk membakar lahan miliknya yang akan ditanami rumput untuk pakan sapi tersebut.
Sehingga mengakibatkan lahan seluas sekitar lima hektar diwilayah tersebut terbakar.

"Tersangka dapat dikenai pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI No.32 Tahun 2009 Tentang PPLH. Dimana, setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, ancaman hukuman paling singkat penjara 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 milyar dan paling banyak Rp10 milyar," kata AKP Wahyu Setyo Pranoto.

Sementara sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Musirawas telah mengamankan tersangka Arman (29), warga Kelurahan O Mangunharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved