Dua Warganya Meninggal Terserang Diare, Bupati Banyuasin Askolani Imbau Warga untuk Jaga Kebersihan

Gangguan pencernaan seperti diare sudah menjadi penyakit umum. Kendati demikian, jangan pernah dianggap sepele.

Dua Warganya Meninggal Terserang Diare, Bupati Banyuasin Askolani Imbau Warga untuk Jaga Kebersihan
SRIPO/MAT BODOK
DERITA DIARE - Kadiskes Banyuasin dr H Mgs M Hakim MKes merawat dan memberikan bantuan asupan gizi kepada pasien penderita diare. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Terserang diare, dua anak usia di bawah lima tahun (balita) warga Desa Sungsang 2 Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin meninggal dunia.Tiga lainnya masih menjalani perawatan.

Kedua balita tadi Delia (6 bulan) anak dari pasangan Doni dan Maria dan Teguh (9 bulan) anak dari pasangan Angga dan Zumi keduanya warga lorong Indrawati Laut Desa Sungsang 2 Banyuasin. Keduanya sempat dirawat oleh bidan dan Puskesmas setempat.

Sedangkan tiga pasien yang masih dalam perawatan adalah Dimas Saputra (4), M Martin (1,3) anak pasangan Samsul dan Asni warga Lorong Sungai Bener RT 3 Desa Sungsang 1, dan M Alfarizi Shagufta Mekka (2,10) anak pasangan Zainal dan Ratna warga lorong Sinar Desa Suangsang 1.

Bupati Banyuasin Askolani SH MH, Rabu (21/8/2019) mengimbau, seluruh lapisanan masyarakat untuk menjaga kebersihan di musim kemarau ini. Sebab, sekarang ini penyakit diare jangan dianggap sepele. Bisa merenggut nyawa jika terlambat mendapatkan pertolongan medis.

"Gangguan pencernaan seperti diare sudah menjadi penyakit umum. Kendati demikian, jangan pernah dianggap sepele. Sebab membahayakan dan apabila terjangkit segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," kata Askolani, seraya mengatakan jangan sampai mengulur-ulur waktu untuk mendapatkan perawatan medis.

Bupati Banyuasin lebih lanjut mengatakan dirinya akan menyediakan bantuan darurat penanggulangan air bersih di wilayah Sungsang. Karena diare bisa menyebabkan kematian. "Di Sungsang ada dua orang anak meninggal dunia diakibatkan penyakit diare," sebut Bupati Banyuasin H Askolani.

Untuk itu, tim kesehatan Banyuasin sudah turun untuk memberikan pelayanan bantuan suban gizi bagi anak balita. "Ya, sekarang tim kesehatan sudah meluncur ke Sungsang Banyuasin II. Untuk mengecek kondisi kesehatan balita dan warga di sana," tutur istri dari dr Sri Fitriyanti Askolani.

Kepala Dinas Kesehatan Bayuasin dr H Mgs M Hakim MKes mengakui, bahwa kini tim medis sudah berada di lokasi Desa Sungsang 1 dan 2. Guna pelayanan dan pencegahan serta pengobatan terhadap pasien penyakit diare. Kini diupayakan semangsimal mungkin sembuh.

Disebutkan Hakim, kronologis penyakit diare yang menimpa korban meninggal dunia seperti, Delia 6 bulan mengalami panas dan diare disertai muntah. Diarenya cair sampai 4 kali, sedangkan muntah 3 kali disertai dengan keluar cacing dari muntahan.

Kedua pasien sempat dibawa oleh orang tuanya ke bidan dan diberikan obat sirup. Setelah minum obat, pasien masih mengalami muntah dan diare. Walaupun sudah dibawa ke dokter dan puskesmas pasien disarankan bawa ke rumah sakit. Namun tidak dapat diselamatkan.

"Kondisi mata pasien sudah cekung, turgor kulit jelek, dan infusan tidak dapat masuk di pembuluh darah," ujar Hakim seraya berucap bahwa tiga pasien yang masih dalam perawatan, sudah sedikit membaik. (adv/mbd)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved