Gubernur Sumsel Bantu Pasarkan Hasil Kerajinan Anak-Anak LP Pakjo

Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kinerja jajaran Kemenkumham yang berhasil meningkatkan prestasi- prestasi keluarga binaan LPKA Pakjo

Gubernur Sumsel Bantu Pasarkan Hasil Kerajinan Anak-Anak LP Pakjo
Humas Pemprov Sumsel
Herman Deru juga tertarik membantu pemasaran aneka produk hasil kerajinan anak-anak binaan LPKA Pakjo Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kinerja jajaran Kemenkumham yang berhasil meningkatkan prestasi- prestasi keluarga binaan LPKA Pakjo Palembang.

Herman Deru juga tertarik membantu pemasaran aneka produk hasil kerajinan anak-anak tersebut.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri Pemberian Remisi dalam rangka peringatan ke-74 Kemerdekaan RI di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pakjo Palembang, Sabtu (17/8/2019) siang.

Secara umum kata Herman Deru, dirinya sudah melihat bahwa anak-anak yang berada di lapas binaan ini sudah mendapatkan didikan, binaan serta dibekali ilmu yang baik.

"Saya melihat lapas ini adalah dengan ruang lingkup yang terbatas namun dari segi pendidikannya mereka tidak terbatas sama saja dengan anak-anak di luar sana mereka di didik dan dibina."

"Mudah-mudahan anak-anak kita (keluarga binaan) setelah habis masa hukumannya dapat diterima di masyarakat sebagaimana masyarakat umumnya."

"Karena setelah kembali ke masyarakat mereka telah dibekali ilmu yang baik bahkan ilmu keterampilan yang belum tentu didapat oleh anak di luar sana,"katanya.

Melihat hasil keterampilan yang di buat oleh para keluarga binaan, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta untuk dipromosikan agar ke depan barang -barang hasil kreatifitas dapat dipasarkan.

Dengan demikian menjadi ajang pelatihan bagi mereka ketika nanti mereka keluar dari
LP.

Akan lebih baik jika anak-anak tersebut bisa menjadi wirausahawan tergabung UMKM usai menjalani masa hukumannya.

"Keterampilan-keterampilan dengan memiliki produk salah satu tanjak yang dihasilkan oleh anak-anak lapas. Saya intruksikan kepada seluruh Dinas terkait baik dari Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjadikan ini mitra untuk dapat diproduksi seperti bahan- bahannya termasuk nanti menjualnya,"ungkapnya.

Tak hanya itu, sebagai Lapas pertama di Sumsel yang memiliki Rumah Taufidz, dirinya menginginkan kegiatan belajar mengajar khususnya belajar tulis alquran dapat berjalan optimal.

Sehingga nantinya keluarga binaan dapat memberikan berprestasi di ajang lebih tinggi bahkan bisa menjadi Qori-Qoriah. (rel)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved