Energi Adil Mengalir di Gas Bumi

Pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi bagi rumah tangga merupakan satu wujud energi berkeadilan yang diberikan pemerintah.

Energi Adil Mengalir di Gas Bumi
ISTIMEWA via Sripoku.com
Ilustrasi: Seorang ibu rumah tangga melihat meter gas perkotaan yang menjangkau rumahnya. 

"Setiap tahunnya pemerintah mengeluarkan APBN untuk jargas di berbagai daerah, sehingga makin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Volumenya akan kita tambah ke depan. Sumber Daya Alam harus bisa dinikmati oleh warga setempat,” katanya saat peresmian jargas Kota Palembang, (31/3).

Menurut Jonan, selain bisa menghemat pengeluaran masyarakat, jargas merupakan bentuk nyata pemanfaatan gas bumi domestik yang dapat mengurangi impor LPG.

Kementerian ESDM mencatat impor LPG saat ini masih 70% atau setara RP40 triliun per tahun, jika pengembangan jargas dilakukan secara massif maka bisa menghemat devisa negara setidaknya separuh dari jumlah impor LPG selama ini.

“Selain negara berhemat, penggunaan jargas membuat masyarakat juga hemat dibandingkan menggunakan LPG. Sehingga daya beli masyarakat akan meningkat,”katanya.

Selain itu, pelanggan juga dapat memanfaatkan gas alam sebagai energi yang bersih, praktis, ekonomis dengan suplai 24 jam dan juga aman.

"Gas kota yang memiliki berat jenis ringan dan tekanan rendah, sehingga dipastikan aman dipergunakan di rumah. Juga lebih praktis, ibu-ibu tidak perlu repot membeli dan mengganti tabung LPG nya jika habis," tambahnya.

Sejak dibangun pertama kali pada tahun 2009, kini total SR jargas yang dibangun dengan dana APBN mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota.

Pada tahun 2019, pemerintah melalui Kementerian ESDM, rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi. (pma)

Penulis: Prawira Maulana
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved