Berita Palembang

Polda Sumsel Bongkar Bisnis Penjualan Satwa Dilindungi di Palembang, Tersangka Manfaatkan Facebook

Subdit II Ekonomi Direktorat Intelkam mengamankan dua kucing hutan atau Felis Bengalensis di Jalan Parameswara Palembang

Polda Sumsel Bongkar Bisnis Penjualan Satwa Dilindungi di Palembang, Tersangka Manfaatkan Facebook
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Subdit II Ekonomi Direktorat Intelkam mengamankan dua kucing hutan atau Felis Bengalensis di Jalan Parameswara Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Subdit II Ekonomi Direktorat Intelkam mengamankan dua kucing hutan atau Felis Bengalensis di Jalan Parameswara Palembang.

Tak hanya mengamankan dua kucing hutan yang dijual, polisi juga mengamankan satu orang yang menjual.

Dedy Mizwar (29 tahun), warga Desa Tanjung Agas Dusun II RT 04 Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, diamankan saat akan melakukan penjualan kucing hutan di lokasi penangkapan.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya penangkapan seorang warga yang menjual kucing hutan seharga Rp 500 ribu per ekornya.

Saat tersangka tiba di lokasi dengan membawa dua ekor kucing hutan, polisi yang telah menunggu langsung mengamankan tersangka bersama barang bukti dua ekor kucing hutan yang masih anakan.

63 Ribu Hektare Area Suaka Margasatwa Padang Sugihan Direstorasi Badan Restorasi Gambut

Dari pengakuan tersangka, ia sering memperjual belikan hewan seperti Musang Pandan, Kucing Hutan, Berang- berang, Offset Kepala rusa.

Bisnis ini, sudah dijalankannya sekitar setahun.

"Ia menjual hewan tersebut melalui facebook atau whatsapp dengan nama grup Jual Beli hewan hias," ujar Supriadi, Jumat (16/8/2019).

Lanjut Supriadi, hewan langka yang diperjual belikan tersangka diperoleh dari hasil tangkapan warga di desa tempat tersangka tinggal dengan harga kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu.

Kepada konsumen yang memesan, dijual dengan harga yang cukup tinggi sesuai negosiasi yang telah disepakati.

Melihat Persiapan Konser Westlife di Palembang, Panggung Megah Seperti di Amerika

Dari pengakuan tersangka, menurut Supriadi bila tersangka nekat menjual hewan yang dilindungi karena sangat tergiur dengan harga yang tinggi dari nilai jual hewan langka tersebut.

"Saat ini tersangka sudah dilimpahkan ke Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena, dari pengakuan tersangka ia tahu bila menjual hewan langkah itu dilarang."

"Tetapi karena untung yang menggiurkan, tersangka ini tetap menjual hewan yang dilindungi," ungkapnya.

Ibu Hamil di Banyuasin Dibegal, Uang Arisan Rp 70 Juta dan Motor Dirampas, Pelaku Ditembak Polisi

Tersangka yang melakukan perdagangan hewan dilindungi dapat dikenakan Pasal 40 Ayat 2 , Pasal 21 Ayat 2 tentang perdagangan hewan dilindungi.

Pasal itu berbunyi, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara,mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau diluar Indonesia.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved