Berita Lubuklinggau

Krisis Air Bersih di Lubuklinggau, Jumiati Beli 10 Galon Air Setiap 2 Hari

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, krisis air bersih makin parah dan melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Lubuklinggau Timur II

Krisis Air Bersih di Lubuklinggau, Jumiati Beli 10 Galon Air Setiap 2 Hari
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Jumiati warga Lubuklinggau saat melihat sumur dirumahnya yang kering, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Musim kemarau yang berkepanjangan membuat warga Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau mulai mengalami krisis air bersih.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, krisis air bersih makin parah dan melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Seperti dialami warga Jalan Kramat Abadi, RT 05 misalnya.

Akibat sumber air yang ada sudah mengering, banyak warga beraktivitas mandi, cuci, dan kakus di sungai.

Jumiati (50 tahun), warga setempat mengatakan, sumur milik mereka sudah kering semenjak hujan tidak pernah turun dalam sebulan terakhir.

"Ada sumur tapi airnya sangat sedikit, paling kalau diambil hanya tiga ember, belum lagi airnya keruh" kata Jumiati pada Tribunsumsel.com, Kamis (15/8/2019).

Tangan Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih Diikat saat Lomba Makan Kerupuk Perayaan HUT RI

Jumiati menuturkan, untuk mencukupi kebutuhan air minum keluarga terpaksa warga harus membeli air galon.

Beruntung ada pedagang air keliling yang keliling setiap hari ke wilayah mereka.

"Kadang beli 10 galon, satu galon harganya Rp 3.000. 10 galon itu cukup untuk dua hari. Sedangkan kalau mandi dan cuci kadang pergi ke Sungai Kelingi," ungkapnya.

Kekeringan seperti itu sudah mereka rasakan setiap tahun, bahkan jika uang untuk membeli galon dikumpulkan dan ditabung selama ini sudah mampu untuk membeli motor.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved