Warga Kesal Petugas SPBU Batu Gerigis Muaraenim Lebih Utamakan Pelanggan Pakai Jeriken

Sebagian pelanggan SPBU Batu Gerigis yang berlokasi di desa Lingga kecamatan Lawang Kidul Muaraenim mengeluhkan pelayanan SPBU tersebut.

Warga Kesal Petugas SPBU Batu Gerigis Muaraenim Lebih Utamakan Pelanggan Pakai Jeriken
IKA ANGGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Tampak warga sedang mengisi jeriken di SPBU Batu Gerigis Muaraenim. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Sebagian pelanggan SPBU Batu Gerigis yang berlokasi di desa Lingga kecamatan Lawang Kidul Muaraenim mengeluhkan pelayanan SPBU tersebut.

SPBU itu dituding lebih mengutamakan pembeli yang menggunakan jeriken dibanding pembeli yang menggunakan kendaraan roda empat, Senin, (12/7/2019).

"Seharusnya pihak SPBU dahulukan yang mau isi kendaraannya dibanding ngisi jeriken, ini saya sudah lama ngantri namun tak kunjung diisi, karena sibuk ngisi jeriken," kata seorang warga.

Petugas yang melayani berkilah hal tersebut terjadi dikarenakan pihak SPBU kekurangan karyawan.

"Seharusnya pelanggan yang pakai jeriken itu mengisinya jangan di jam ramai seperti pagi hari ini, ini kendaraan yang mengantri banyak, jeriken yang diisipun lebih dari 2," katanya.

Sementara itu Samuel Bokko, Direktur SPBU Batu Gerigis atau Kopkar Abadi mengakui belakangan ini memang terjadi peningkatkan konsumen yang terjadi di SPBU tersebut.

"Memang belakangan ini pengunjung kita membludak terutama roda empat, mobil antri panjang sampai sekarangpun masih karena SPBU di Muaraenim tidak jualan lagi dikarenakan kontraknya habis, sehingga masyarakat banyal lari ke SPBU sini untuk beli beli BBM," katanya.

Sementara itu lanjutnya salah satu petugas yang bertugaspun saat ini sedang cuti sehingga pihaknya kekurangan petugas untuk standbye.

"Tadi petugas operator di pengisian mobil hanya 1 orang, karena petugas yang lainnya sedang cuti, sampai mobil antri panjang sampai sekarang masih karena spbu muara enim tidak jualan kontrak habis," katanya.

Ditegaskannya untuk pengisian derigen akan di stop selama masih ada mobil yang mengantri.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved