Unik, Monyet ini Jadi Perhatian Jamaah Sholat Idul Adha, Nangkring di Atap Masjid

Seekor monyet menyaksikan pelaksanaan sholat idul adha di Masjid Iman Sejati Sentosa

Unik, Monyet ini Jadi Perhatian Jamaah Sholat Idul Adha, Nangkring di Atap Masjid
Tribunsumsel.com/Lisma Noviani
Seekor kera berada di atas atap masjid saat pelaksanaan Sholat Idul Adha 

TRIBUNSUMSEL.COM - Seekor monyet/kera liar diduga dari lingkungan Baguskuning Komperta Plaju menjadi pusat perhatian jemaah masjid Iman Sejati Jalan Sentosa Plaju Palembang, Minggu (11/8/2019).

Monyet itu berjalan di atas atap masjid mondar mandir memperhatikan jemaah yang tengah menanti pelaksanaan sholat idul adha

Monyet ini sudah berada di sekitar pemukiman sejak pagi. Jemaah yang terus berdatangan tak membuat monyet ini berlalu.

Puncaknya saat jemaah telah memenuhi jalan karena kapasitas masjid tak mencukupi, monyet tiba tiba menyeberangi tenda dan loncat ke atap masjid.

Sejumlah jemaah perempuan menjerit karena takut karena jarak cukup dekat dengan jemaah.

Ada juga anak kecil langsung menangis karena kaget dan takut melihat monyet tersebut

"Ini caknyo monyet Baguskuning, memang sering lepas dan nyebrang ke sini," kata Naya warga setempat.

Sekitar 10 menit monyet ini terus bertengger di atas atap masjid. Sesekali ekspresinya mengejutkan dan membuat jemaah menjerit.

Saat bilal komad tanda akan dimulainya sholat ied, monyet itu menghilang dari atas atap masjid, berpindah ke atap perumahan warga.

Usai pelaksanaan sholat ied, panitia akan melaksanakan penyembelihan tiga ekor sapi.

Seperti diketahui, kawasan Baguskunibg memang banyak dihuni ratusan monyet yang dipercaya sebagai penjaga makam keramat Ratu baguskuning yang ada di kompleks tersebut.

Posisinya berada di belakang Stadion Patra Jaya, Plaju, Palembang atau lebih dekat dengan Sungai Musi.

Selain berziarah, komplek makam ini kerap didatangi warga karena suasana sejuk di sekitarnya.

Pohon bambu rindang yang tumbuh di sekitar makam menghadirkan suasana sejuk saat berada di komplek tersebut.

Yang lebih menarik lagi, di komplek makam ini terdapat puluhan kera yang bisa diajak berinteraksi.

Kawanan kera berekor panjang akan mendekat tanpa malu-malu saat penjaga makam (juru kunci) berteriak memanggil untuk memberikan pisang sebagai makanan. (Lis)

Penulis: Lisma
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved