Idul Adha 2019

Panitia Kurban Masjid Agung Palembang Bagikan 1.500 Kupon, Bank Mandiri Bagikan 1.120 Paket

Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Masjid Agung Palembang membagikan 1.500 kupon daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah

Panitia Kurban Masjid Agung Palembang Bagikan 1.500 Kupon, Bank Mandiri Bagikan 1.120 Paket
Tribun Sumsel/ Yohanes Tri Nugroho
Pemotongan hewan kurban di Masjid Agung Palembang, Minggu (11/8/2019) 

Sejauh ini menurutnya belum ada laporan adanya hewan kurban yang sakit atau tidak layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.

"Belum ada laporan, semua hewan yang telah disembelih dalam kondisi sehat," tutupnya.

Bank Mandiri Bagikan 1.120 Paket

Bank Mandiri Region Sumatera 2 Palembang pada tahun 1440 Hijriah mengadakan kegiatan pemotongan hewan kurban yang bertempat di Lapangan Parkir Bank Mandiri Region II Sumatera 2 JL Kapt A Rivai No 1008 Palembang, Minggu (11/8/2019).

Regional CEO Bank Mandiri Sumatera 2, Aribowo yang didampingi Ketua Panitia Qurban Bambang Indro Panoyo mengatakan, kegiatan pemotongan hewan kurban rutin dilaksanakan oleh Bank Mandiri Region II Sumatera 2 setiap tahun.

Untuk pelaksanan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban dilakukan melalui Badan Pembina Kerohanian Islam (BAPEKIS) Mandiri.

Pada Tahun 1440 Hijriah tahun ini mengumpulkan sebanyak 11 hewan kurban terdiri dari 10 Sapi dan 1 Kambing.

Hewan hasil kurban dari karyawan & keluarga besar Bank Mandiri yang ruang lingkupnya di Kota Palembang.

"Dengan menyisihkan sebagian harta yang telah kita dapatkan untuk dibelikan hewan kurban, kita berharap agar mendapatkan ridho dari Allah SWT dan juga sebagai bentuk pengorbanan dan kecintaan terhadap Allah SWT serta sesama umat muslim, Seperti yang terdahulu sudah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS & Nabi Ismail AS," Kata Bambang

Dilanjutkan Bambang, pihaknya masih menggunakan kantong "asoy" platik untuk wadah daging kurban, mengingat keterbatasan pembungkus lainnya kantong kresek.

"Saya rasa kalau kantong kresek kalau seribuan mau nyari dimana, selain itu harganya pasti perlu anggaran lebih, sehingga kita masih pakai kantong asoy saja," pungkas Bambang.

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved