Berita PALI

Maruli Warga PALI Teteskan Air Mata Ceritakan Rumahnya Ludes Terbakar saat Ditinggal Silahturahmi

Musibah dialami Maruli Panjaitan (26 tahun), warga Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ili

Maruli Warga PALI Teteskan Air Mata Ceritakan Rumahnya Ludes Terbakar saat Ditinggal Silahturahmi
Sripo/ Reigan
Musibah kebakaran dialami Maruli Panjaitan (26 tahun), warga Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir), Minggu (11/8/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Musibah dialami Maruli Panjaitan (26 tahun), warga Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir).

Maruli beserta istri dan seorang anknya harus kehilangan rumah semi permanen lantaran kebakaran.

Informasi dihimpun, rumah semi permanen milik Maruli terbakar sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu penghuninya tidak ada di rumah, sedang silahturahmi ke rumah kerabatnya.

Api pertama kali muncul dari ruang utama dan diduga akibat arus pendek listrik.

Gubernur Herman Deru Minta Tamu Open House Mencicip Empuknya Kambing Guling 

"Kami tidak tau karena kami sedang sanjo (silahturahmi) tempat keluarga. Tau-tau rumah kami sudah hangus terbakar," ungkap korban Maruli, Minggu (11/8/2019).

Dirinya tidak sempat berbuat banyak saat menyaksikan rumah miliknya rata dengan tanah.

"Kami tidak sempat menyelamatkan satu pun barang yang ada dirumah. Semuanya hangus," Jelas Maruli yang tak kuasa meneteskan air mata.

Sementara itu, Jaelani Ketua RT setempat, berkata bahwa saat kejadian, penghuni rumah tengah bersilaturahmi ke rumah kerabatnya, karena hari momen lebaran haji.

Melihat api muncul, warga berhamburan berupaya memadamkan api.

Tetapi api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan.

Pembesuk Tahanan Polresta Palembang Berlinang Air Mata di Momen Hari Raya Idul Adha 2019

Menurut Jaelani, bahwa api cepat menjalar karena bangunan rumah korban terbuat dari kayu.

"Diduga dari arus pendek, karena api terlihat pertama kali dari arah kamar, yang terlihat anak kecil tetangga korban yang langsung berteriak memanggil ayahnya bahwa ada api di rumah Maruli," jelas Jaelani.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI melaporkan bahwa pihaknya begitu mendapat informasi adanya kebakaran langsung menghubungi Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK).

"Damkar langsung meluncur ke lapangan, namun rumah korban tidak bisa diselamatkan. Karena angin cukup kencang dan kondisi saat ini puncak kemarau," terang Junaidi. (SP/ Reigan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved