Pemindahan Makam di Kayuagung, Keluarga Pemilik Lahan Bantah Minta Ali Pindahkan Makam Ibunya

Masih tentang kejadian pemindahan makam yang terjadi di Serigeni Lama, Kayuagung, Ogan Komering Ilir.

Pemindahan Makam di Kayuagung, Keluarga Pemilik Lahan Bantah Minta Ali Pindahkan Makam Ibunya
ISTIMEWA
Pertemuan untuk mengklarifikasi tentang kebenaran berita pembongkaran salah satu makan warga desa srigeni lama Dusun III, Kecamatan Kayuagung, Jum'at (9/8/2019) sore. 

TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG - Masih tentang kejadian pemindahan makam yang terjadi di Serigeni Lama, Kayuagung, Ogan Komering Ilir.

Semula pembongkaran serta pemindahan makam ini diduga karena problem perselisihan yang dipicu oleh perbedaan pilihan calon kepala desa.

Namun belakangan ada klarifikasi dari pemilik lahan yang menyatakan tak ada hubungannya pemindahan makam terkait pemilihan kades.

Pemilik lahan yang merupakan ketua pemangku adat bukan kepala desa, dia mengklaim bahwa tanah yang menjadi lokasi kuburan milik orang tuanya dan bukanlah ia yang memerintahkan Ali untuk membongkar makam itu.

Makam Dibongkar karena Beda Pilihan di Kayuagung, Dipicu Keluarga Beda Pilihan Kepala Desa, Sadis !

Cerita Sedih Ali Pindahkan Makam Ibu Gegara Beda Dukungan Calon Kepala Desa di Kayuagung OKI

"Tanah ini bukan milik saya, tapi tanah peninggalan nenek istri saya. Sedangkan istri saya memiliki 6 saudara, artinya itu tanah juga bukan milik istri saya sepenuhnya," ungkapnya.

Tambahnya pembongkaran bukan soal permasalahan perbedaan pilihan kades.

Bahkan dirinya tidak pernah meminta saudara Ali untuk mendukung salah satu calon kades seperti yang diberitakan.

"Calon kades saja belum ada, bagaimana mungkin saya meminta bersangkutan untuk memilih salah satu calon kades, Saya tidak pernah bicara dengan Ali," terangnya.

Kepala Desa Serigeni Lama Taufik mengatakan seharusnya permasalahan ini tidak terjadi kalau dikomunikasikan dengan perangkat desa.

"Untuk rencana pembongkaran makam sebenarnya tidak ada, Ya tidak ada komunikasi dengan kita. Tiba-tiba saja makam dibongkar," ucapnya.

Kendati situasi di desanya sudah kondusif, namun pihaknya berharap kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu miring sekelompok orang yang ingin memecah belah.

"Ini hanya perbuatan sekelompok orang yang ingin menjatuhkan saya, apalagi beberapa bulan lagi akan ada Pilkades," katanya.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung, Dedi Kurniawan, SSTP menambahkan pihaknya tentu menyesalkan kejadian ini, Kejadian seperti ini tidak akan terjadi jika dikomunikasikan dengan pemerintah desa maupun kecamatan.

"Alhamdulillah pasca kejadian itu, situasi desa tetap kondusif. Kami terus lakukan komunikasi baik dengan masyarakat, TNI maupun pihak kepolisian agar sama-sama menjaga kondisi tetap aman dan kondusif," tutupnya.

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved