Bila Kabut Asap Tebal, Disdik Sumsel dan Disdik Kota Palembang Akan Mundurkan Jam Belajar

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Palembang saat ini belum berencana memberikan rekomendasi.

Bila Kabut Asap Tebal, Disdik Sumsel dan Disdik Kota Palembang Akan Mundurkan Jam Belajar
Sripo/ Fajeri
Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menghanguskan 30 hektare lahan di SP3 Desa Jud 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (9/8/2019) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Palembang saat ini belum berencana memberikan rekomendasi.

Untuk mengurangi aktivitas belajar siswa di sekolah terkait kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di daerah ini yang terus terjadi akibat musim kemarau.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo saat dihubungi mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasikan dengan Kepala Dinas Kesehatan tentang ambang batas kelayakan kondisi tersebut.

“Karena sampai saat ini belum ada informasi atau laporan dari pihak berwenang bahwa kondisi udara kita sudah melampaui ambang batas kesehatan,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Pihaknya terus memonitor hal ini untuk memastikan guru dan siswa Sumsel selalu terlindungi dan bebas dari dampak buruk asap.

"Apabila disimpulkan bahwa kabut asap melampaui ambang dan membahayakan maka ya harus mengutamakan kesehatan siswa dan guru,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Palembang Akhmad Zulinto mengatakan kondisi kabut asap di Palembang masih di bawah ambang bahaya.

"Kalau kita lihat sekarang, sepertinha kualitas udara masih sedang atau belum begitu berbahaya terhadap kesehatan masyarakat termasuk anak-anak," katanya usai meninjau langsung keadaan kabut di SMPN 36 Sungki Kertapati Palembang.

Dia juga mengatakan apabila kondisi udara sudah sangat buruk atau membahayakan kesehatan guru dan siswa maka pihaknya akan merekomendasikan sekolah-sekolah di daerah ini untuk mengurangi jam belajar.

"Jangan sampai karena mengurangi jam belajar, kemudian ada ketertinggalan mata pelajaran. Ini tentunya bisa mengganggu, berdasarkan pantauan kami keadaan kabut di lingkungan sekitar SMPN 36 Sungki Kertapati katanya kabut asap sudah tebal, tetapi ketika kami lihat sekarang belum begitu tebal," ujarnya.

Dia juga meminta agar pihak sekolah menyarankan para siswa untuk senantiasa menggunakan penutup hidung dan mulut atau masker saat pergi dan pulang sekolah.

"Ya hal ini untuk mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang dapat berpotensi menyerang ketika udara tercemar kabut asap seperti saat ini," tutupnya. (elm)

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved