Polisi Tujuh Kali Tembak Putra di SPBU Cambai Muaraenim, Bandit Curanmor Ini Masih Selamat

Tujuh kali Putra Sanjaya diberondong peluru oleh petugas saat penangkapan di SPBU Cambai Muaraenim.

Polisi Tujuh Kali Tembak Putra di SPBU Cambai Muaraenim, Bandit Curanmor Ini Masih Selamat
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Bandit curanmor Muaraenim. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Tujuh kali Putra Sanjaya diberondong peluru oleh petugas saat penangkapan di SPBU Cambai Muaraenim.

Putra adalah bandit curanmor yang sangat meresahkan di Mauraenim dan Prabumulih.

Satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor yang meresahkan di kota Prabumulih, keok diberondong tujuh peluru jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Prabumulih, Rabu (7/8/2019) sekitar pukul 16.30.

Pelaku dilumpuhkan tujuh tembakan tersebut yakni Putra Sanjaya (22) yang merupakan warga Dusun 1 Desa Penandingan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muaraenim.

Putra diberondong peluru petugas ketika akan melakukan aksi pencurian sepeda motor di kawasan SPBU Cambai Jalan Lintas Sumatera kota Prabumulih. Sementara pelaku lainnya berinisial R berhasil kabur.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, diringkusnya Putra Sanjaya bermula dari laporan masyarakat yang resah akan aksi pencurian motor termasuk motor Honda Beat milik ibu-ibi di rumah makan Cambai Jaya pada Juni 2019 lalu.

Putra juga bahkan pernah melakukan aksi pencurian sepeda motor yang terekam CCTV di Masjid Kelurahan Mangga Besar.

Jajaran Satreskrim yang terus memburu para pelaku kemudian mendapat kabar keberadaan Putra Sanjaya dari masyarakat jika akan beraksi di kawasan Kecamatan Cambai.

Mendapat laporan itu jajaran Satreskrim Polres Prabumulih langsung menuju lokasi dan langsung menyergap dua pelaku. Putra Sanjaya yang disergap polisi lalu mengeluarkan senjata api berusaha menembak petugas, polisi yang terancam kemudian mengeluarkan tembakan hingga membuat pelaku tersungkur.

Sementara pelaku lainnya inisial R melihat Putra Sanjaya ditembak langsung kabur masuk ke rumah-rumah warga.

Di hadapan petugas, Putra Sanjaya mengakui perbuatannya melakukan pencurian sepeda motor dengan alasan butuh uang untuk membantu nenek membuka kebun karet. "Saya baru dua kali mencuri pakai kunci Y, satu berhasil dan satu tidak berhasil. Motor di jual ke K (inisial-red) di Pali seharga Rp 3,5 juta," ujar Putra ketika diwawancarai.

Putra mengaku, untuk senjata api rakitan merupakan milik temannya yang dititip dan ketika akan ditangkap bukan ingin melawan namun mau membuang senpira. "Saya mau kabur buang senpi, saya melakukan pencurian untuk membantu nenek buka kebun karet," katanya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk Travolta SH SIK MH didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH mengatakan, pelaku beberapa kali melakukan aksi dan tergolong nekat dalam melakukan aksinya.

"Pelaku berusaha menyerang petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas, atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4e dengan ancaman 7 tahun penjara dan pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12/1951 tentang senjata api rakitan dengan ancaman 12 tahun penjara," tegasnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved