Karhutla 2019

Lahan Terbakar di Ogan Ilir Dipasang Police Line, Polisi Telusuri Adakah Unsur Kesengajaan Dibakar

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Kabupaten Ogan Ilir (OI) menjadi kabupaten yang sering terjadi kebakaran lahan di tahun ini

Lahan Terbakar di Ogan Ilir Dipasang Police Line, Polisi Telusuri Adakah Unsur Kesengajaan Dibakar
Sripo/ Resha
Apel kesiapsiagaan antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Mapolres Ogan Ilir, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Kabupaten Ogan Ilir (OI) menjadi kabupaten yang sering terjadi kebakaran lahan di tahun ini.

Mencegah kebaran terus meluas, Polres Ogan Ilir menurunkan 245 personel ke tempat-tempat rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tak hanya itu, Polres Ogan Ilir juga melengkapi personelnya dengan kendaraan roda 2 dan alat pemadam personal untuk menjangkau lokasi yang cukup sulit dijangkau mobil tangki.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad mengatakan, kendati sudah mulai mereda namun pihaknya tetap siaga dalam mengantisipasi kembali terjadi peristiwa tersebut.

3 Pembegal Guru di Simpang Kandang Kawat Palembang Ditembak Polisi

Walaupun sebenarnya alat yang digunakan dalam operasional kali ini cukup terbatas.

"Sesuai dengan perintah Presiden RI, bahwa api kecil harus segera turun untuk dipadamkan, tidak menunggu api besar," ujarnya saat apel kesiapsiagaan di Mapolres Ogan Ilir, Kamis (8/8/2019).

Ia mengatakan, para personelnya telah diatur dalam beberapa shift dalam satu hari.

Sehingga, personel Polri yang tergabung dalam Satgas gabungan TNI, Polri, Manggala Agni hingga BPBD selalu siaga 24 jam.

Presiden Jokowi Menginstruksikan Kebakaran Lahan Sumsel Ditangani, Ini Reaksi Pangdam II Sriwijaya

Menurut datanya, setidaknya 16 kejadian kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, sejak Juli hingga Agustus ini.

Di setiap lahan yang terbakar, pihaknya memasang garis polisi (Police Line), dan mengawasi tanah yang terbakar tersebut apakah memang dibakar sengaja, atau memang faktor alam.

"Termasuk, bilamana ada modus operandi sehabis membaakar akan ditanamai lahan bertani, berkebun. Kita bisa mengecek modus seperti itu," ungkapnya.

Selama ini, mayoritas lahan yang terbakar merupakan milik pribadi atau perorangan. Dimana pemilik lahan yang tidak diketahui itu, hanya mempercayakan masyarakat sekitar sana untuk mengolah lahan itu.

Polres Muaraenim Turunkan Satu Peleton Pasukan Padamkan Kebakaran di Lahan Dekat SMAN 2

"Yang terbakar ini kita pasang police line, dalam pengamatan atau penyelidikan."

"Jadi kita bisa mengetahui siapa yang memiliki lahan itu. Karena ada beberapa lahan baik Polri, kepala desa hingga masyarakat tidak mengetahui siapa yang memiliki lahan itu."

"Masyarakat situ hanya dipercaya menjaga lahan itu, dan pemiliknya berada di luar kecamatan atau kota," jelasnya. (SP/ Resha)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved