Pemkab Banyuasin Gelar Festival Rebana untuk Lestarikan Seni Musik Tradisional

Festival rebana diadakan sebagai salah satu upaya melestarikan nilai–nilai agama melalui musik religius yang dituangkan dalam musik qasida rebana.

Pemkab Banyuasin Gelar Festival Rebana untuk Lestarikan Seni Musik Tradisional
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
SRIPOKU.COM/MAT BODOK FESTIVAL REBANA -- Wabup Banyuasin H Slamet Soemosentono menabuh terbangan, tanda dibuka Festival Rebana di tingkat Kabupaten Banyuasin, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar lomba tabuh, gendang rebana se-Kabupaten Banyuasin dalam rangkaian Festival Budaya Islam. Lomba diadakan di halaman Kantor Lurah Pangkalan Balai, Banyuasin III, Bahyuasin, Rabu (7/8/2019).

Lomba yang diikuti 16 kecamatan se-Banyuasin ini merupakan upaya melestarikan seni musik tradisional rebana.

Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somesentono SH, saat membuka acara menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan dan diselenggarakannya Festival Budaya Islam rebana tingkat Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini tentu dapat memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat khususnya anak generasi muda Islam.

"Festival rebana diadakan sebagai salah satu upaya untuk melestarikan nilai–nilai agama melalui musik religius yang dituangkan dalam musik qasida rebana. Festival ini juga bermaksud untuk menangkal budaya asing dan musik asing yang sudah mulai membudaya di Indonesia," kata Wabup Banyuasin H Slamet Somesentono SH .

Lebih lanjut Wabup Banyuasin H Slamet Soemesentono berharap dengan diselenggarakannya Festival Rebana ini dapat berperan sebagai alat perekat hubungan silaturahmi memberikan pencerahan pengetahuan agama dan wabil khusus pengetahuan seni musik perqasidahan.

"Kita harapkan dapat meningkatkan kualitas pemahaman dan pengalaman ajaran agama, mempertahankan budaya asli yang sebagai filter atas masuknya ajaran–ajaran sesat ke tengah kehidupan serta memperkokoh dan mempererat rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan bagi masyarakat bumi sedulang setudung," tutur Pakde, sapaan akrab Wabup.

Sambung Pakde, upaya pelestarian seni musik tradisional penting dilakukan. Pasalnyas dapat mengangkat identitas dan kepribadian bangsa Indonesia yang besar ini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini akan dapat menjadi ruang bagi para penggiat seni untuk mengembangkan kreatifitas dan berbagai jenis seni budaya yang bernafaskan islam. "Ajaran agama Islam sekaligus sebagai wahana edukasi yang memotivasi para remaja sebagai generasi penerus bangsa dalam rangka memacu pembangunan seni budaya daerah," ucap Wabup Banyuasin H Slamet yang disapa Pakde ini.

Kabag Kesra Dr H Salni Fajar menambahkan, jika peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari utusan kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin sebanyak 16 grup rebana dan pesertanya 16 Kecamatan Kabupaten Banyuasin

Ia menjelaskan kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis, 7-8 Agustus dan bagi peserta yang juara akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan dari Pemkab Banyuasin.

"Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan sebagai wahana dakwa dari generasi kegenerasi dan pembinaan umat islam juga untuk menumbuh kembangkan keciantaan terhadap budaya Islam khususnya kepada generasi mudah," tandasnya. (mbd/sp)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved