Di Kabupaten Muratara Masih Banyak Masyarakat BAB di Sungai

Masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih sering buang air besar atau BAB sembarangan.

Di Kabupaten Muratara Masih Banyak Masyarakat BAB di Sungai
Rahmat Aizullah/Tribunsumsel.com
Jamban tempat warga buang air besar di sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih sering buang air besar atau BAB sembarangan.

Kebiasaan tersebut dilakukan oleh masyarakat terutama yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa gencar melakukan sosialisasi.

Terutama mengenai dampak negatif dari kebiasaan BAB sembarangan tersebut bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

"Warga di daerah kita ini kebanyakan tinggal di pinggir sungai, jadi masih banyak yang BAB di sungai," kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Muratara, Evi Yuliansyah pada acara sosialisasi 'Stop BAB Sembarangan' di Desa Batu Gajah Baru, Selasa (6/8/2019).

Pihaknya terus berupaya menyadarkan masyarakat untuk tidak BAB sembarangan lagi karena hal itu dapat mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu, permasalahan sanitasi dan air bersih menjadi syarat utama untuk menurunkan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak.

"Kalau masih banyak jamban di sungai, maka sungai menjadi kotor, terus airnya dipakai untuk minum, cuci piring, cuci pakaian. Itulah salah satu penyebab stunting," kata dia.

Pihaknya mengharapkan partisipasi masyarakat untuk selalu mengingatkan atau mencegah siapapun yang melakukan kebiasaan BAB sembarangan tersebut.

"Kami hanya bisa mengingatkan saja, bahwa dampak buruknya itu banyak sekali. Sekarang masyarakat lah yang bisa merubah kebiasaan buruk itu," katanya.

Sementara Kepala Desa Batu Gajah Baru, Heri mengatakan, pihaknya melaksanakan sosialisasi tersebut karena di desanya masih banyak warga yang BAB di sungai.

Oleh sebab itu, pihaknya terus mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Muratara untuk pembangunan tempat mandi cuci kakus (MCK) di desanya.

"Itulah sudah ada beberapa bangunan MCK, kebanyakan dibangun oleh pemerintah daerah melalu dana aspirasi DPRD. Ada juga bantuan dari CSR bank," katanya. (CR14)

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved