Cerita Galih Sudaryono Usai Sriwijaya FC Urung Menang, Tak Tidur Semalaman

Kekecewaan masih membayangi skuad Sriwijaya FC, utamanya Galih Sudaryono yang saat 30 detik terakhir pertandingan harus kembali

Cerita Galih Sudaryono Usai Sriwijaya FC Urung Menang, Tak Tidur Semalaman
WENY WAHYUNI/TRIBUNSUMSEL.COM
Galih Sudaryono. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kekecewaan masih membayangi skuad Sriwijaya FC, utamanya Galih Sudaryono yang saat 30 detik terakhir pertandingan harus kembali kemasukan bola melalui gol pinalti Blitar Bandung United di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (5/8).

Hasil ini membuat Sriwijaya FC harus pulang dengan hanya membawa satu poin dari kandang lawan yang sebelumnya SFC unggul 1-2 dari tuan rumah. Dengan bertambahnya gol dari tendangan pinalti di injury time, SFC harus rela berbagi poin debgan akor akhir 2-2.

Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak, itulah yang dirasakan oleh Galih Sudaryono usai pertandingan. Ia hanya mengurung diri di kamarnya dan terus memikirkan penyebab Sriwijaya FC kebobolan lagi melalui gol pinalti.

“Semuanya jadi tidak enak. Saya baru tidur subuh tadi (6/8). Semalam tidak bisa tidur, terus kepikiran. Saya bolak-balik masih saja tidak bisa tidur,” kata Galih, Selasa (6/8/2019).

Galih melanjutkan yang membuatnya selalu kepikiran adalah penyebab dari gol pinalti yang dihadiahi wasit, bukan karena kegagalan dirinya menjegal bola Rezam yang bertindak sebagai eksekutor.

“Kalau kita kemasukan karena gol murni, ya mungkin tidak apa-apa. Tapi ini pinalti yang kemungkinannya sangat besar untuk masuk ke gawang. Ini memang murni kesalahan dari kita,” jelasnya.

Meski merasa kecewa, Galih tak ingin kekecewaan dan merasa bersalahnya berlarut. Ia menganggap ini adalah cambukan untuk timnya bahwa sebelum pertandingan selesai tim tidak boleh tenang.

“Karena kemarin itu hanya bersisa waktu 30 detik. Ini pelajaran untuk kita semua,” terang pria berusia 32 tahun ini.

Galih melanjutkan perjalanan SFC masih panjang, ia dan tim akan berbenah serta berjuang akan membawa Sriwijaya FC kembali ke Liga 1 musim depan.

“Perjalanan masih panjang dan kita akan terus berjuang untuk Sriwijaya FC agar kembali ke Liga 1,” ungkap ayah dua anak ini.

Seperti diketahui Sriwijaya FC gagal membawa 3 poin dari kandang Blitar Bandung United di pekan ke 10 Liga 2. Sriwijaya FC harus rela berbagi poin dengan tim tuan rumah.

SFC sempat unggul 0-2 dari lawan. Namun di menit ke 80-an anak asuh Kas Hartadi itu harus kebobolan melalui gol Rezam, skor berubah 1-2.

Yang menyakitkan bagi Laskar Wong Kito, di sisa 30 menit waktu tambahan, tuan rumah harus dihadiahi tendangan pinalti karena tangan Bruno Casimir menyentuh bola saat berada di kotak pinalti SFC. Alhasil ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Bandung United melakui Rezam sebagai eksekutor. Gagalnya Galih Sudaryono membaca bola dari Rezam menguat skor akhir berubah 2-2.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved