Audiensi dengan Bahasa Isyarat, Herman Deru Dukung Penuh Sumsel Tuan Rumah Kejurnas Futsal Tuli 2019

Gubernur Sumsel H. Herman Deru meminta Dispora dan Asisten I Pemprov Sumsel membentuk panitia khusus untuk menyukseskan Kejurnas Futsal Tuli 2019

Audiensi dengan Bahasa Isyarat, Herman Deru Dukung Penuh Sumsel Tuan Rumah Kejurnas Futsal Tuli 2019
DOK. HUMAS PEMPROV SUMSEL
Panitia Kejurnas Futsal Tuli se-Indonesia Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) ke-2 foto bersama usai audiensi dengan Gubernur Sumsel, H Herman Deru, Senin (5/8/2019) sore. 

Audiensi dengan Bahasa Isyarat, Herman Deru Dukung Penuh Sumsel Tuan Rumah Kejurnas Futsal Tuli 2019

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menyukseskan Sumsel sebagai tuan rumah Kejurnas Futsal Tuli se-Indonesia Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) ke-2, bulan November mendatang, Gubernur Sumsel H. Herman Deru meminta Dispora dan Asisten I Pemprov Sumsel membentuk panitia khusus.

Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi Panitia Kejurnas Futsal Tuli se-Indonesia Gerakan untuk Kesejahteraan untuk Tunarungu Indonesia (Gerkatin) ke-2, di Ruang Tamu Gubernur Senin (5/8/2019) sore.

Meski audiensi dilakukan dengan menggunakan bahasa isyarat, Gubernur Sumsel Herman Deru tampak tidak canggung sedikit pun. Dengan seksama ia terlihat cepat menangkap keinginan yang disampaikan perwakilan panitia tersebut.

"Prinsipnya Pemprov sangat mendukung dan akan membantu secara maksimal. Terutama untuk urusan fasilitas seperti lapangan futsal di Jakabaring dan lainnya. Makanya saya minta Pemprov, Dispora dan swasta segera bentuk panitia khususnya," jelas Herman Deru.

Selain bantuan dari Pemprov lanjut Herman Deru, ia juga berharap Gerkatin tetap mengupayakan sponsor-sponsor yang siap membantu termasuk misalnya dari Kemenpora dan sebagainya.

"Intinya silahkan tetap mencari sponsor yang siap didatangkan, apa nanti kekurangannya Pemprov yang akan back up. Kalau untuk fasilitas yang memang dimiliki Pemprov silahkan kita kasih free. Maju terus, Sumsel pasti siap menjadi tuan rumah," jelasnya bersemangat.

Karena jumlah lapangan futsal sangat terbatas di Jakabaring, Iapun meminta pihak Dispora menggandeng sejumlah pemilik lapangan futsal yang ada sebagai panitia. Sehingga lapangan tersebut dapat digunakan untuk tempat penyelenggaraan pertandingan.

Sementara itu, Ketua Gerkatin Sumsel Iwan Oktarianto Lubis mengatakan, Sumsel patut bangga karena teepilih menjadi tuan rumah. Sebelumnya kompetisi tersebut digelar di Jakarta untuk pertama kalinya pada tahun 2015.

"Hasil Rakernas di Kediri beberapa waktu lalu ditetapkan Sumsel menjadi tuan rumah kedua setelah Jakarta. Saya sangat mengharapkan pak Gubernur mau membantu kami," jelasnya.

Selain masalah ketersediaan lapangan, mereka kata Iwan juga membutuhkan bantuan transportasi untuk mengakomodir para tamu dan peserta. Termasuk juga bantuan penginapan dan konsumsi. Dengan bantuan dari Gubernur Ia berharap Sumsel sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas kedua tersebut.

"Acaranya digelar 4 hari mulai 7-10 November nanti. Jumlah peserta yang hadir sekitar 225 orang dari 16 Provinsi se-Indonesia seperti Jogja Bali dan beberapa daerah lainnya. Dengan arahan dari pak Gubernur Sumsel semoga penyelenggaraan ini berlangsung Sukses," pungkasnya.

Selain panitia Kejurnas Futsal Tuli, audiensi tersebut juga diwakili Ketua Gerkatin Provinsi Sumsel dan Kota Palembang termasuk pelatih. Serta Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumsel Rosyidin Hasan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Najib serta perwakilan Dispora Sumsel. (humas)

Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved