Bocah Rizki Cahaya Jadi Perhatian Khusus Dokter Sri Fitriyanti Askolani  

Rizki Cahaya (9) penderita penyakit App Prhotorasis, usus buntu yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin

Bocah Rizki Cahaya Jadi Perhatian Khusus Dokter Sri Fitriyanti Askolani   
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani membesuk Rizki Cahaya yang mengidap penyakit usus buntu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Rizki Cahaya (9) penderita penyakit App Prhotorasis, usus buntu yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin menjadi perhatian khusus Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani, akan perawatannya.

Istri Bupati Banyuasin H Askolani SH MH ini, sangat peduli terhadap masyarakat tanpa mengenal suku dan agama.

Seperti dilakukannya, mengunjungi pasien yang terbaring di RSUD Banyuasin. Kepeduliannya terhadap pasien tadi, Fitriyanti berharap dinas kesehatan bantu biaya pengobatan.

“Saya mendapat kabar tentang Rizki beberapa waktu lalu, dan saya memutuskan untuk menjenguknya melihat kondisi pasien," kata Fitriyanti yang memberikan semangat kepada anak yang baru berusia 9 tahun.

Masih kata Ketua TP PKK Banyuasin, melihat kondisi Rizki setelah dirawat di rumah sakit, sekarang ini sudah cukup baik. "Alhamdulillah kondisinya sudah berangsur pulih,” kata Fitriyanti.

Fitri menambahkan, kedatangannya ke RSUD untuk memompa semangat pasien dan keluarga pasien agar tabah menerima cobaan. Dirinya berharap, keluarga tetap semangat menjalani pengobatan hingga pasien benar-benar dinyatakan sembuh.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan, kedatangannya juga membawa sedikit bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban orang tua Rizki. “Mereka berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, kita doakan agar cepat sehat," ucapnya seraya menyebutkan, selama perawatan, pengobatan Rizki dijamin pemerintah dari proses perawatan hingga ke penyembuhan.

Sementara, Direktur RSUD Banyuasin dr Hj Emi Lidia Arlini mengatakan, pasien sudah menjalani operasi beberapa hari yang lalu. Dirinya mengaku awalnya kondisi pasien kritis dan sempat dirawat di ruang ICU.

“Namun setelah ditangani tim dokter, sekarang sudah mengalami perubahan, sehingga sudah bisa pindah rawat ke bangsal bedah,” kata Direktur.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved