Berita Palembang

Simpan Sabu di Dalam Dubur Untuk Kecoh Polisi, Awi CS Diringkus Tim Ladas Polsek IT 1 Palembang

Simpan Sabu di Dalam Dubur Untuk Kecoh Polisi, Awi CS Diringkus Tim Ladas Polsek IT 1 Palembang

Simpan Sabu di Dalam Dubur Untuk Kecoh Polisi, Awi CS Diringkus Tim Ladas Polsek IT 1 Palembang
Tribunsumsel.com/M Ardiansyah
Kleima tersangka saat diamankan di Polsek IT 1 Palembang, Senin (29/7/2019). 
 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Saat akan menggelar pesta sabu dan baru selesai membelinya, namun Awi alias Ng Tek Hui (34) tertangkap Tim Ladas Polsek IT 1 Palembang di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan 14 Ilir Palembang.
Awi membeli sabu seharga Rp 400 ribu yang nantinya akan digunakan untuk pesta sabu bersama empat orang lainnya yakni Deni Hasan alias Kok Cheng , Amin alias Alwi dan Andy Kristianto serta Teguh.
Agar tak diketahui polisi, Awi menyimpan satu paket sabu di dalam duburnya.
Namun, Tim Ladas tidak kehilangan akal. Setelah diperiksa secara teliti ditemukan sabu di dalam duburnya.  
"Kami patungan beli sabu. Dari uang yang dikumpulkan bisa beli sabu seharga  Rp 400 ribu.
Aku yang memang membelinya dan sengaja aku simpan di dubur tetapi tetap ketahuan," ujarnya saat diamankan di Polsek IT 1 Palembang, Senin (29/7/2019).
Awi mengaku bila ia biasa membeli sabu dikawasan 14 Ilir. Setiap ingin pakai sabu, ia datang ke sana dan memang selalu diselibkan di dubur.
"Sudah tiga kali simpan sabu di dubur, biar tidak ketahuan kalau ado razia," ungkapnya.
Kapolsek IT I Kompol Edi Rahmat didampingi Panit Reskerim Ipda A Wahab menuturkan, penangkapan  tersangka Awi di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan 14 Ilir dari kecurigaan Anggita tim Ladas.
"Tersangka ini menyimpan sabunya di dalam dubur. Awalnya tidak ditemukan barang bukti ketika diperiksa, saat diperiksa kembali tersangka menyimpannya di dalam dubur," ujarnya.
Menurut Edi, dari hasil pengembangan anggota berhasil menangkap Deni Hasan alias Kok Cheng , Amin alias Alwi dan Andy Kristianto serta Teguh. Ke empat rekan Awi ini , ditangkap di tempat berbeda. 
"Mereka ini patungan ada yang Rp 50 ribu ada yang Rp 250 ribu. Selain itu juga , ada yang menyediakan alat isap , Pirek dan korek api," pungkasnya.
Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved