Satu Tahanan Perempuan Kabur, Kejari Lubuklinggau Mengaku Kekurangan SDM

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau saat ini memiliki 15 orang jaksa yang aktif dalam menangani perkara.

Satu Tahanan Perempuan Kabur, Kejari Lubuklinggau Mengaku Kekurangan SDM
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM Suasana saat acara penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) Tentang Penanganan Hukum Perdata Dan Tata Usaha Negara. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

 
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau saat ini memiliki 15 orang jaksa yang aktif dalam menangani perkara.

Jumlah itu dinilai kurang untuk melakukan penegakan hukum.

Hal itu disampaikan oleh Kajari Lubuklinggau, Zairida saat acara penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura) Tentang Penanganan Hukum Perdata Dan Tata Usaha Negara.

"Jaksa kita hanya 15 orang untuk penegakan hukum di Kabupaten Mura, Linggau dan Musi Rawas Utara. Beda dengan kabupaten kota lainnya. Bahkan ada yang sampai 50 orang," kata Zairida.

Bahkan akibat kekurangan petugas salah seorang tahanan Kejari Lubuklinggau bernama Sukmaini berhasil kabur saat akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau.

"Tahanannya perempuan pak, saat itu setelah dibawa ke pengadilan dan disuruh duduk, dia pamit kebelakang (WC), karena adat ketimuran kita biarkan saja lalu kabur," ungkap Zairida.

Setelah kabur pihaknya sibuk langsung melakukan pencarian. Keesokan harinya pihaknya baru tahu kalau tahanan tersebut kabur lewat belakang dan naik ojek menuju wilayah kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

"Kita baru tahu keesokan harinya. Tapi kita sudah berupaya membuat pengumuman-pengumuman dan melapor ke monitoring center ke Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait nomor telpon terdakwa," terangnya.

Pihaknya mengaku kesulitan melacak tempat persembunyian terdakwa karena minimnya informasi. "Tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memonitor tempat tinggalnya," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved