Ribut dengan Rekan Kerja, Pemuda Palembang Ini Dipukuli Pakai Kayu Balok

Masih dengan dibalut perban pada bagian jidat akibat dipukul menggunakan kayu sento ukuran 57, M Akram Maulidin (22

Ribut dengan Rekan Kerja, Pemuda Palembang Ini Dipukuli Pakai Kayu Balok
LUSI/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang akram menuturkan kejadian bermula saat ia hendak melihat keadaan motornya yang terparkir di depan Pasar Induk Jakabaring, pada Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 13:00 WIB. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Masih dengan dibalut perban pada bagian jidat akibat dipukul menggunakan kayu sento ukuran 57, M Akram Maulidin (22) warga Jalan RE Martadinata Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (25/7/209).

Maksud kedatangan Akram yang ditemani ayah dan pamannya hendak melaporkan Deni Erwin Alias Endik (30) warga Jalan Sematan Borang yang telah melakukan penganiayaan terhadanya.

Kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang akram menuturkan kejadian bermula saat ia hendak melihat keadaan motornya yang terparkir di depan Pasar Induk Jakabaring, pada Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 13:00 WIB.

Lalu terlapor Endik mengatakan apabila korban sedang mengintip seseorang, merasa tidak benar ia pun membantah perkataan rekan kerjanya itu.

"Tapi dia malah mukul kepala aku, ya aku tidak terima diperlakukan seperti itu lalu saya menegur dia. Tapi dia malah balik marah, jadi aku siram pakai air dan jadi kami ribut disitu, dia mau meninju saya tapi berhasil saya tangkis. Sudah itu dia mengambil kayu kecil dan dilemparkannya ke arah saya," cerita korban.

Korban yang tidak senang lantas hendak memukul terlapor, namun terlapor langsung mengambil kayu balok atau sento dan hampir memukul korban namun berhasil dipisahkan.

"saat itu ada koordinator pengawas kami, pak Arshad namanya, jadi dia bersama teman saya memisahkan kami. Sudah dipisahkan, akhirnya aku menjauh dari dia," ujar pria yang telah 2 tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di DAM pasar Induk ini.

Setelah beberapa saat, ternyata terlapor kembali mendatangi korban. Melihat terlapor, korban pun mencoba menghindarinya namun ia justru tercebur di pinggir DAM.

"Nah pas aku berbalik mau berdiri, dia langsung memukul kepala aku menggunakan kayu sento ukuran 57, hingga kepala saya berdarah, saya langsung teriak minta tolong kemudian dibawa ke rumah sakit, sedangkan dia langsung melarikam diri," katanya.

Usai mendapat pengobatan dari Rumah Sakit Bari, ia pun melaporan kejadian yang dialamimya tersebut ke Polresta Palembang.

"Dari sejak kejadian dia pukul saya sampai hari ini, Endik tidak ada kabar apapun, bahkan dia tidak masuk kerja. Karena itu saya melaporkan dia kepihak berwajib," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT AKP Heri membenarkan telah terjadi tindak pidana penganiayaan.

"Benar korban telah dianiaya oleh rekan kerjanya sendiri, dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang," kata Heri.

Dikatakannya laporan korban telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polresta Palembang (Cr5)

TRIBUNSUMSEL.COM/LUSI
Korban saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, Kamis (25/7/2019)

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved