Mawardi Yahya: Jangan Karena Gelar S1 atau S2 Merasa Paling Pintar

"Jangan hanya karena telah menyandang gelar S1 ataupun S2 kemudian merasa diri paling pintar dan serba tahu segala hal".

Mawardi Yahya: Jangan Karena Gelar S1 atau S2 Merasa Paling Pintar
HUMAS PEMPROV SUMSEL
KATA SAMBUTAN - Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Mawardi Yahya memberi kata sambutan saat menghadiri wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka di Hotel Aryaduta, Rabu (24/7/2019) pagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - "Jangan hanya karena telah menyandang gelar S1 ataupun S2 kemudian merasa diri paling pintar dan serba tahu segala hal".

Pesan ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Mawardi Yahya saat menghadiri wisuda
Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka di Hotel Aryaduta, Rabu (24/7/2019) pagi.

Di hadapan 196 orang wisudawan program strata satu (S1) dan 95 orang strata dua (S2), Mawardi menyatakan para lulusan diharapkan tidak fokus pada usaha mencari kerja namun lebih dari itu para sarjana dituntut dapat membuka lapangan kerja baru.

"Kepada para wisudawan baik S1 maupun S2 agar mampu menjaga dan mengendalikan sisi emosional serta etika (sikap) utamanya saat sudah terjun ke masyarakat. Jangan hanya karena telah menyandang gelar S1 ataupun S2 kemudian merasa diri paling pintar dan serba tahu segala hal," tutur mantan Bupati Ogan Ilir dua periode itu.

Wakil Gubernur H Mawardi Yahya lebih jauh menyampaikan, saat terjun mengabdikan diri pada masyarakat, dan berkiprah dalam dunia kerja para wisudawan diharapkan membuat kebijakan mempertimbangkan kepentingan rakyat.

"Saat ini tantangan dan persaingan sangat ketat lulusan sarjana telah mencapai 10 ribu per tahun. Karena itu jangan hanya fokus pada mencari pekerjaan. Akan tetapi alangkah baiknya jika para wisudawan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sesuai dengan bidang ilmu yang diperoleh di bangku kuliah," harap Wagub.

Dikatakan Mawardi Yahya para wisudawan S1 dan S2 STISIPOL Candradimuka jurusan administrasi publik dan komunikasi publik apabila ilmu yang diperoleh benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Karena bukan tidak mungkin nantinya di antara para wisudawan dapat mengikuti jejak langkahnya yang berhasil meniti karir dalam kontestasi Pilkada.

"Jika mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh yaitu administrasi publik dan komunikasi publik, disertai dengan pengendalian emosi dan etika yang baik, dapat meraih simpati masyarakat. Saya sendiri pernah menjabat sebagai Ketua DPRD OKI selama 5 tahun, Ketua DPRD OI selama 2 tahun, kemudian 10 tahun menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir, dan kini mendampingi Gubernur Herman Deru sebagai Wakil Gubernur Sumsel. Ini berkat komunikasi publik yang baik kepada masyarakat," bebernya.

Wisuda Sarjana S1 dan S2 STISIPOL Candradimuka dipimpin langsung oleh Ketua STISIPOL Candradimuka Lishapsari Prihatini dalam sidang senat terbuka sarjana angkatan ke-40. Pada wisuda sarjana kali ini sebanyak 196 orang sarjana S1 dan 95 orang sarjana S2.

Ketua STISIPOL Candradimuka Lishapsari Prihatini mengatakan, saat ini telah ada dua program studi pada tingkat pascasarjana yaitu Magister Ilmu Komunikasi dan Magister Administrasi Publik.

"Dengan telah dimilikinya dua program studi ini, kami berharap pemerintah memberikan perhatian kepada perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi swasta. Sebab kini apabila digabungkan dengan perguruan tinggi negeri seperti Unsri dalam proses penerimaan mahasiswa baru, STISIPOL Candradimuka tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri lainnya.

"STISIPOL Candradimuka menjadi pilihan dan acuan bagi mahasiswa asal Sumsel bahkan juga ada mahasiswa dari Pulau Jawa," kata Lishapsari Prihatini.

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved