Siswa SMA Taruna Indonesia Tewas

Hari Ini Tim Investigasi Khusus SMA Taruna Indonesia Batal Umumkan Hasil Penyelidikan

Tim investigasi SMA Taruna Indonesia hari ini, Rabu (24/7/2019), batal mengumumkan hasil penyelidikan tewasnya dua siswa mengikuti orientasi.

Hari Ini Tim Investigasi Khusus SMA Taruna Indonesia Batal Umumkan Hasil Penyelidikan
MELISSA/TRIBUNSUMSEL.COM
SMA Taruna Indonesia Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tim investigasi SMA Taruna Indonesia hari ini, Rabu (24/7/2019), batal mengumumkan hasil penyelidikan tewasnya dua siswa mengikuti orientasi.

Alasannya hasil investigasi itu terlebih dahulu akan dilaporkan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru.

Herman Deru membentuk tim investigas khusus untuk menyelidiki tewasnya Delwyn Berli (14) dan Wiko Jerianda setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo yang juga sebagai penanggung jawab tim investigasi khusus ini mengatakan, hasil penyelidikan program di sekolah Taruna Indonesia (TI) ini masih harus dilaporkan dengan gubernur Sumsel Herman Deru.

"Ya jadi hasil dari tim investigasi ini masih harus dilaporkan dulu sama gubernur (Herman Deru) sebab tim ini dibentuk atas perintah gubernur," ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia Diperiksa, Khusus Untuk Kasus Tewasnya Delwyn

Sebelumnya Widodo menyatakan akan mengumumkan hasil penyelidikan tim investigasi hari ini, Rabu (24/7/2019).

Dia juga mengatakan setelah melaporkan hasilnya kepada gubernur Sumsel, Herman Deru barulah dia bersama tim investigasi SMA Taruna Indonesia yang beranggotakan 7-9 orang ini merilis hasil dari penyelidikan mereka.

"Setelah lapor baru dirilis ya nanti dikabari lagi kapan waktunya," katanya singkat.

Sementara itu, tim investigasi khusus ini ada 2 tahap semula pihaknya hanya menginvestigasi program MPLSnya yang telah disampaikan Selasa lalu bahwa ada program yang mendahului jadwal yang ada (MPLS harusnya dimulai dari 15 Juli).

Nuraina Jelaskan Isi Percakapan dengan Anaknya, Korban Meninggal Ikut Orientasi SMA Taruna Indonesia

Dan tak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa ada kegiatan di luar sekolah tanpa memberi kabar sehingga tim Dinas Pendidikan Sumsel tidak bisa memonitoring kegiatan tersebut (long march).

"MPLS itu kan harusnya 3 hari saja tapi ini sampai 6 hari. Nah tim investigasi pertama baru mendapatkan informasi ada kekerasan, kekerasan yang melibatkan seorang guru yang baru masuk 1 minggu," katanya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved