Berita Muratara Terkini

13 Guru Honor di SMA Negeri Karang Dapo Muratara Diduga Diberhentikan, Ingin Ngadu ke Bupati

Belasan guru yang mengajar di SMA Negeri Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga diberhentikan, Selasa (23/7/2019)

13 Guru Honor di SMA Negeri Karang Dapo Muratara Diduga Diberhentikan, Ingin Ngadu ke Bupati
Tribunsumsel.com/ Rahmat Aizullah
Belasan guru yang mengabdi di SMA Negeri Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga diberhentikan secara halus. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Belasan guru yang mengajar di SMA Negeri Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga diberhentikan, Selasa (23/7/2019)

"Bahasanya memang bukan diberhentikan, tapi 'di-nol jam-kan', itu sama saja memberhentikan secara halus, karena 'nol jam' itu tidak bisa mengajar lagi," kata narasumber Tribunsumsel.com yang meminta namanya tidak ditulis

Tenaga kependidikan yang diduga diberhentikan secara halus tersebut berjumlah 13 orang, terdiri dari tenaga honorer dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga 1 Pekan 10 serta Jadwal Pertandingan Pekan ke 11 Liga 1 Indonesia

Kini nasib mereka terombang-ambing karena tidak bisa lagi mengajar di sekolah tempat mereka mengabdi.

"Bagaimana mau datang ke sekolahan kalau tidak ada jam mengajar lagi. Kalau 'nol jam' itu tidak bisa juga pengajuan ke Palembang untuk TKS provinsi," katanya.

Dia menyayangkan sikap Kepala Sekolah dan Wakil Kurikulum di SMA Negeri Karang Dapo yang bertindak secara tidak adil.

Pasalnya pemberian jam mengajar kepada honorer maupun TKS yang masih bertahan saat ini ada unsur kekeluargaan atau nepotisme.

Nikita Mirzani Selow Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Dipo Latief, Simpan Bukti Kuat Ini

Guru yang baru saja honor masih diberikan jam mengajar, sedangkan mereka yang sudah lama mengabdi tidak diberikan lagi jam mengajar.

Padahal di antara 13 orang yang diberhentikan secara halus tersebut ada yang sudah mengajar sejak tahun 2005, bahkan perintis dari awal SMA itu berdiri.

"Kalau sanak saudaranya masih dikasih jam, ada juga bukan keluarganya tapi ngemis-ngemis sampai bersujud di kakinya agar dipertahankan," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved