Berita OKU Timur

Harga Getah Karet 2 Mingguan di OKU Timur Makin Menggiurkan, Produksi Turun Sampai 50 Persen

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Harga getah karet di OKU Timur sejak beberapa hari ini mengalami kenaikkan

Harga Getah Karet 2 Mingguan di OKU Timur Makin Menggiurkan, Produksi Turun Sampai 50 Persen
Sripo/ Evan Hendra
Petani karet di Kabupaten OKU Timur saat menyadap karet. Harga getah karet dalam beberapa Minggu terakhir mengalami kenaikan namun hasil getah menurun pengaruh dari musim kemarau. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Harga getah karet di OKU Timur sejak beberapa hari ini mengalami kenaikkan.

Harga getah karet dua mingguan lebih dari Rp 9 ribu per kg, sedangkan harga getah satu minggu sekitar Rp 7 ribuan.

Hanya saja produksi getah karet petani saat ini mengalami penurunan sampai 50 persen sebagai dampak musim kemarau.

Ratno, seorang petani karet di OKU Timur mengatakan, sejumlah petani memilih untuk tidak menyadap karetnya karena getah karet menurun drastis dari sebelumnya.

Wings Air Kurangi Jadwal Penerbangan di Bandara Silampari, Lubuklinggau-Palembang 3 Kali Seminggu

Meski harga mengalami kenaikan namun sebagian petani tetap memilih untuk tidak melakukan penyadapan.

"Kenaikan harga tersebut sayangnya ketika hasil getah mengalami penurunan," kata Ratno.

Menurut Ratno Senin (22/7/2019), dirinya sudah dua Minggu terakhir tidak melakukan penyadapan karet karena hasil yang menurun.

Selain khawatir batang karet mengalami kerusakan karena dipaksa juga karena hasil getah saat musim kemarau tidak bisa menutupi seluruh biaya operasional.

Prediksi PSPS Riau Vs Sriwijaya FC Besok, Askar Bertuah Tapir Sumatra Ditinggal 7 Pemain Inti

"Jadi lebih baik disetop dulu untuk sementara hingga getahnya kembali normal," katanya.

Sementara Rizal mengaku tetap menyadap karet di kebun miliknya kendati getah mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Menurutnya karet merupakan penghasilan mereka satu-satunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta untuk biaya pendidikan anaknya.

Makna Logo Go-jek Baru Lebih Segar, Nadiem Makarim Sang CEO Beberkan Fakta Begini

"Jika tidak menyadap karet. Sulit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak."

"Memang jumlah getahnya menurun. Namun harga mengalami kenaikan. Jadi bisa timbal balik meskipun tidak bisa mencukupi seluruh biaya operasional," katanya. (SP/ Evan Hendra).

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved