Jembatan Sumsel Babel

Melihat Rencana Pembangunan Jembatan Sumsel-Babel, Butuh Rp 15 Triliun, Lebih Panjang dari Suramadu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Jembatan penghubung provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) akan segera terwujud

Melihat Rencana Pembangunan Jembatan Sumsel-Babel, Butuh Rp 15 Triliun, Lebih Panjang dari Suramadu
humas pemprov sumsel
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat di kantor Kementeri PUPR RI Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Jembatan penghubung provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) akan segera terwujud.

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) RI Basoeki Hadimoeldjono bahkan telah menyetujui untuk segera dilakukan percepatan pembangunan jembatan penghubung dua provinsi ini.

Pemerintah pusat berkomitmen untuk mendanai pembangunan jembatan sepanjang 13 Kilometer itu dengan menggunakan APBN.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, jembatan ini akan menjadi jembatan penghubung terpanjang di Indonesia dan melebihi dari panjang Jembatan Suramadu.

FBS Sedekah Beras Setiap Jumat, Didukung Ketua TP PKK Banyuasin dr Sri Fitriyanti Askolani

Diperkirakan dalam proses pembangunannya akan menelan biaya Rp 15 triliun.

“Jembatan yang rencananya akan menjadi proyek strategis nasional ini akan memiliki panjang jalan mencapai 13 kilometer. Ya, perkiraan biaya yang akan dikucurkan sekitar Rp 15 triliun,” ujarnya, Sabtu (20/7/2019)

Ia mengatakan, sebelumnya proyek investasi ini sudah banyak yang melirik, bahkan terakhir ada investor Cina yang tertarik untuk membangunnya namun mereka menghitung dengan konsep Break Even Point (BEP).

“Hitung-hitungannya balik modal, kalau begitu gimana baliknya. Jadi saya bersama Gubernur Babel bertemu Menteri PUPR dan hasil dari pertemuan itu akhirnya pembangunan nantinya akan dibiayai dari APBN,” katanya.

Sepakati Rute Penyebarangan Tl Selapan- Basel Sepanjang 13,5 km, OKI jadi Jembatan Sumsel- Babel

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut di Sumsel mulainya dari Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga ke daerah Bangka Selatan, Provinsi Babel.

“Untuk pembangunannya tentu diinginkan secepatnya. Namun untuk membangun itu (jembatan Sumsel-Babel) kini membutuhkan penilaian kelayakan atau FS (Feasibility Study) dari bangunan jembatan dan ini baru mulai digarap pada 2020 mendatang,” tuturnya.

Dijelaskan Deru, dengan dibangunnya jembatan penghubung tersebut akan memberikan keuntungan bagi kedua provinsi terutama dalam mobilitas pengiriman barang. (SP/ Rahmaliyah)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved