Berita Muratara

Honorer Muratara Ditangkap karena Rusak Peralatan dan Kejar Kepala Dinas, Orangtuanya Minta Maaf

Keluarga honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang ditangkap polisi pada 10 Juli 2019 lalu meminta masalah ini

Honorer Muratara Ditangkap karena Rusak Peralatan dan Kejar Kepala Dinas, Orangtuanya Minta Maaf
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Ahmad, orangtua honorer DA, saat dibincangi Tribunsumsel.com di rumahnya di Kelurahan Muara Rupit, Minggu (21/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Keluarga honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang ditangkap polisi pada 10 Juli 2019 lalu meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Honorer Dishub Muratara, DA (28 tahun) dilaporkan ke polisi oleh Kepala Dishub Muratara Al Azhar atas dasar melakukan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan.

DA emosi saat menanyakan gajinya yang terlambat dibayarkan, hingga merusak barang inventaris kantor di ruangan Kepala Dishub Al Azhar.

DA juga dikabarkan mengejar sambil mengancam Al Azhar, namun keributan itu cepat dilerai oleh honorer Dishub lainnya.

Kepala Dishub Al Azhar merasa tidak senang dan melapor DA ke kantor polisi.

Tanya Gaji yang Terlambat, Honorer Dishub Malah Berujung di Kantor Polisi

DA diamankan petugas dan kini masih ditahan di Mapolsek Rupit.

Keluarga terlapor DA berharap masalah tersebut tidak sampai ke meja hijau dan meminta permasalahan itu diselesaikan secara kekeluargaan antara terlapor dan pelapor.

"Harapan kami masalah ini bisa selesai secara keluarga," kata orangtua terlapor DA, Ahmad (54 tahun), saat dibincangi Tribunsumsel.com di rumahnya di Kelurahan Muara Rupit, Minggu (21/7/2019).

Ia mengakui kesalahan anaknya yang tidak bisa menahan emosi saat menanyakan keterlambatan gajinya hingga berujung pengrusakan barang inventaris kantor.

Teguh Siram Cuka Para ke Istrinya Hingga Meninggal, 6 Bulan Buron Ditangkap di Lubuklinggau

"Mungkin saat itu anak saya sangat membutuhkan gajinya supaya dibayarkan, mungkin dia lagi penting uang, jadi terbawa emosinya di situ," ujarnya.

Ahmad mengatakan dirinya tidak mengetahui secara jelas kejadian yang terjadi antara anaknya DA dan Kepala Dishub Muratara Al Azhar.

"Dia (DA) tidak cerita ke saya, padahal kami tinggal serumah. Saya baru tahu itu pas polisi datang menangkap. Sedangkan kejadiannya sudah seminggu yang lalu," katanya.

Ia menyayangkan anaknya DA tidak menceritakan permasalahan tersebut kepadanya selaku orangtua, sehingga masalah bisa diselesaikan secara baik-baik sebelum aparat kepolisian melakukan penangkapan.

Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu Bantu Persalinan Warga Korban Kebakaran Kertapati Secara Gratis

"Saya tidak tahu masalah itu, kalau saya tahu pasti saya temui pak Al Azhar untuk menyelesaikan masalah itu. Nah, sayangnya dia tidak cerita ke saya," katanya.

Ia berharap keikhlasan Kepala Dishub Muratara Al Azhar untuk memaafkan atas tindakan anaknya yang telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved