Berita Palembang

Bermain Egrang di Festival Permainan Anak Tradisional, Herman Deru Terkenang Masa Kecil

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri Festival Permainan Anak Tradisional di Halaman Monpera Palembang, Minggu (21/7/2019).

Bermain Egrang di Festival Permainan Anak Tradisional, Herman Deru Terkenang Masa Kecil
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bermain egrang di Festival Permainan Anak Tradisional di Halaman Monpera Palembang, Minggu (21/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri Festival Permainan Anak Tradisional di Halaman Monpera Palembang, Minggu (21/7/2019).

Belasan permainan dihadirkan di Festival Permainan Anak Tradisional ini seperti hula hoop, tarik tambang, tepak cadang, egrang, bakiak batok dan lain-lain.

Dalam kesempatan ini pun Herman Deru mencoba permainan egrang.

"Saya dari kecil memang suka bermain egrang. Jadi ini seperti mengenag masa kecil saya," ujarnya.

Menurut Herman Deru, jangan dilihat dari acaranya sekala kecil atau besar, mau di desa, kampung atau dimanapun harus tetap diberikan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah.

"Hari ini kota Palembang menyelengarakan Festival Permainan Anak yang ke lima, maka saya datang ke sini bersama keluarga, ada anak dan cucu saya," ujar Herman Deru.

Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu Bantu Persalinan Warga Korban Kebakaran Kertapati Secara Gratis

Selain itu ia juga menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat dan anak-anak yang hadir di Festival Permainan Anak.

"Anak-anak ini tangung jawab kita. Masa depan mereka dan arah mereka itu tergantung dari bagaimana saat ini kita memperhatikan mereka," ungkapnya.

Menurutnya kegiatan Festival Permainan Anak ini sangat bagus, harapanya agar cepat menular ke Kabupaten/Kota, sehingga anak-anak merasa diperhatikan.

Bantuan tak Kunjung Datang, Warga Secara Swadaya Perbaiki Lantai Jembatan Gantung di Muratara

Herman Deru juga berpesan bahwa lomba-lomba permainan tradisional yang ada saat ini harapanya diperbanyak lagi.

Tujuannya agar anak-anak tahu bahwa permainan tradisional ini mengandung tiga hal yaitu menanamkan silaturhami, lalu mengasah otak agar selalu berfikir dan terakhir berolahraga.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved