Cerita Khas Palembang

Asal Mula Nama Tangga Buntung, Ini Penjelasan Sejarawan Tentang Wilayah Terkenal di Palembang Ini

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Kota Palembang cukup dikenal dengan sejarahnya yang sangat menarik untuk diketahui. Termasuk Tangga Buntung

Asal Mula Nama Tangga Buntung, Ini Penjelasan Sejarawan Tentang Wilayah Terkenal di Palembang Ini
Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Tangga Buntung merupakan kawasan cukup dikenal di Palembang

"Itu menunjukkan tempat dan tempat itu juga menunjukkan fungsinya. Misalnya lingkungan kepandaian itu tempat pandai-pandai besi. Termasuklah Tangga Buntung yang juga merupakan nama asli," jelas dia.

Ia mengatakan tangga buntung ini ada ceritanya mengapa diberi nama Tangga Buntung.

Menurutnya, ada versi yang mengatakan tangga itu buntung dan itu kurang panjang.

Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 Muba Raih Perak Ajang Contact Centre World Asia Pasific

"Jadi tangga itu buntung dan potongan itu disambungkan di tempat lain mungkin ke tangga panjang itu, itulah yang dinamakan tangga buntung dan ada tangga panjang," ungkapnya.

Tangga yang dimaksud dalam sejarahnya yakni pada zaman dulu transportasinya sungai.
Sungai itu ada dermaga, untuk menghubungkan antara dermaga dan daratan itu ada tangga.

"Jadi untuk mencapai daratan kurangnya panjang sehingga diambil tangga lain jadi tangga lain jadi buntung. Itulah yang dinamakan tangga buntung. Itu salah satu versinya," ungkap dia.

Andi mengatakan Tangga Buntung ini perkampungan asli Palembang?. Mengapa karena di daerah tersebut banyak ditemukan rumah adat limas.

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang, Bukti Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam

"Artinya perkampungan orang Palembang tradisional karena dulu punya rumah limas bukan orang sembarangan," beber dia.

Tambah dia, ia menyakini di Tangga Buntung sebagai sentral kehidupan paling penting dijaman dulu karena banyaknya rumah limas yang ada disana.

"Disana (Tangga Buntung,red) merupakan kampung lama Palembang. Makanya ini perlu dikaji lagi lebih dalam," ungkap dia.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved