Pemkot Prabumulih Minta Warga Tak Usah Bayar Jika Belanja Tak Dapat Struk

Masyarakat yang belanja di rumah makan, restoran, hotel dan lainnya yang telah dipasang tapping box atau alat sadap transaksi

Pemkot Prabumulih Minta Warga Tak Usah Bayar Jika Belanja Tak Dapat Struk
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah Kota Prabumulih, Jauhar Fahri SE Ak 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Masyarakat yang belanja di rumah makan, restoran, hotel dan lainnya yang telah dipasang tapping box atau alat sadap transaksi namun tidak mendapatkan struk resmi kena pajak, maka hendaknya jangan dibayar alias gratis.

Penyebabnya, Pemerintah Kota Prabumulih sejak beberapa waktu lalu telah memasang terhadap puluhan tapping box ke restoran, rumah makan dan hotel dan diwajibkan memberikan struk ke pelanggan ketika berbelanja.

"Konsumen yang tidak diberikan struk saat berbelanja maka bisa meminta dan jika tetap tidak dikasih maka tidak usah dibayar belanjaannya atau gratis, karena itu sudah perintah KPK dan konsumen wajib meminta struk," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah Kota Prabumulih, Jauhar Fahri SE Ak kepada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Jauhar menuturkan, dalam aturan jelas jika pemasangan tapping box merupakan kewajiban dan jika pihak pengusaha tidak memasang maupun bermain maka sanksi tegas akan diterapkan.
"Untuk sanksi ada dan bertahap, ditegur lisan maupun tertulis, bisa kena cabut izin usaha," jelasnya.

Saat ini sendiri Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui BKD terus melakukan pemasangan tapping box dan saat ini sudah ada 40 yang didatangi pihaknya.

"Sebanyak 17 wajib sudah dipasang dan sudah berjalan. Lalu 18 wajib pajak masih perbaikan sistem segera dipasang, 3 toko masih mau minta penjelasan lagi dan dua toko ketika kita datangi sudah tutup," terang Jauhar.

Jauhar menegaskan, pihaknya menargetkan akan memasang sebanyak 250 tapping box untuk kota Prabumulih dimana akan dilakukan secara bertahap. "Kita tidak mau ada yang dipasang ada yang tidak karena pasti akan menimbulkan kecemburuan," katanya.

Wajib pajak yang belum mengetahui maka pihaknya akan melakukan sosialiasasi sesuai aturan yang ada sehingga memahami mengapa harus dipasang alat sadap transaksi. "Harapan kami secepatnya dipasang sehingga akan menambah pendapatan asli bagi daerah kota Prabumulih," jelasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Jauhar menegaskan pihaknya akan mengelola dengan transfaran dan jujur dengan sistem pengawasan akan dimonitor terus setiap saat. "Jadi sistem pengawasannya any time akan kita monitor," terangnya.

Ditanya bagaimana pencapaian pajak bagi WP yang sudah dipasang tapping box, Pria yang pernah menjabat Kepala Inspektorat Prabumulih itu mengaku untuk yang baru belum terlihat karena baru seminggu dipasang.

"Sementara untuk Cinemaxx dan KFC peningkatan saat ini sudah lebih dari Rp 2 miliar," tambahnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved