Karena Kelaparan, Pengedar Narkoba di Lubuklinggau Akhirnya Ditangkap

Satnarkoba Polres Lubuklinggau mengamankan pengedar narkoba jaringan lintas provinsi di sebuah warung pecel lele, Jalan Ahmad Yani

Karena Kelaparan, Pengedar Narkoba di Lubuklinggau Akhirnya Ditangkap
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Narkoba lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Satnarkoba Polres Lubuklinggau mengamankan pengedar narkoba jaringan lintas provinsi di sebuah warung pecel lele, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (18/7/2019) malam.

Pelaku diketahui bernama Erizal (37 tahun) warga Kelurahan Rejo Sari, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dari tanggannya polisi mengamankan barang bukti, satu tas hitam dan shabu-shabu seberat 82,66 gram yang ditaksir bernilai Rp 250 juta.

Di hadapan polisi, Erizal mrngaku seorang residivis dan baru pulang dari penjara dalam perkara melarikan anak di bawah umur, ia mengaku baru pertama kali mengantar barang haram tersebut.

Pekerjaan saya ini sopir, kalau ngantar-ngantar seperti ini baru pertama kali pak, itu bukan punya saya," kilah Erizal pada wartawan, Jumat (19/7/2019).

Ia menceritakan berangkat dari Riau mengendarai mobil Xenia bersama seorang temannya bernama Dani. Ketika dalam perjalanan ia baru tahu jika tas hitam yang di bawa Dani berisi narkoba.

"Baru tahu saat di Muara Bungo kalau yang di tas Dani isinya narkoba, sepanjang perjalanan saya hanya tidur," ujarnya.

Ketika tiba di Kota Lubuklinggau Erizal dan Dani merasa kelaparan, akhirnya keduanya mencari makan, saat tengah makan tiba -tiba ada yang menelpon mengajak Dani bertemu di Simpang Lampu Merah.

"Tapi selesai makan Dani tidak juga balik, saya tanya dengan penjaga warung katanya tidak jauh, karena tidak punya uang saya nunggu diluar, tas saya tinggal didalam, setelah itu saya ditangkap," tambahnya.

Waka Polres Lubuklinggau, Kompol Zulkarnain mengatakan, penangkapan Erizal hasil informasi dari masyarakat, kemudian dilakukan pengembangan oleh petugas.

"Ada informasi mereka akan transaksi ke Lubuklinggau. Lalu dilakukan pengintaian, ternyata dilokasi kita dapat orangnya sesuai informasi, langsung ditangkap," ujarnya.

Hanya saja satu pelaku lainnya berhasil lolos. Karena Informasinya mereka berdua, namun dilokasi hanya ditemukan satu orang. Sementara Erizal mengakui kalau ada temannya namun selang satu jam penangkapan.

"Pengakuannya narkoba dari Malaysia, kita sudah koordinasi dengan polisi Riau untuk pengembangan lebih lanjut," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved