Bisnis Motor Bekas Tetap Bersinar, Banyak Dipakai Angkut Hasil Pertanian

Sultan motor misalnya, show room motor bekas ini menerima penjualan motor bekas untuk dijual dan ditukar motor bekas lainnya

Bisnis Motor Bekas Tetap Bersinar, Banyak Dipakai Angkut Hasil Pertanian
Otomania/Setyo Adi
Ilustrasi motor bekas. Bisnis motor bekas tetap menjanjikan meski banyak kemudahan membeli motor baru. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sepeda motor hampir dimiliki semua orang untuk menunjang mobilitas.

Bahkan ada yang memiliki lebih dari satu motor untuk beragam keperluan anggota keluarga.

Mudahnya mendapat kendaraan bermotor kerap membuat masyarakat tergiur dengan motor baru yang dikeluarkan pabrikan motor.

Oleh sebab itulah motor lama kemudian dijual untuk dijadikan uang muka pembelian motor baru.

Sultan motor misalnya, show room motor bekas ini menerima penjualan motor bekas untuk dijual dan ditukar motor bekas lainnya.

Review (Spesifikasi dan Harga) Motor Honda ADV 150 CC, Baru Bisa Dibeli di Jakarta dan Pulau Jawa

Motor yang dijual bebas merk dan tipe apa saja asalkan kelengkapan suratnya lengkap seperti STNK dan BPKB sebagai tanda bahwa motor itu "bersih" bukan motor hasil kejahatan atau motor orang lain yang digadaikan.

Harga jual motor bekas ini biasanya dihargai bervariasi sesuai kondisi dan fisik motor.
Jika mesin dan fisik motor bagus maka bisa saja dihargai tinggi.

Begitu juga sebaliknya jika fisik motor rusak dan bnyak rusaknya hingga motor mati total maka harganya rendah.

"Kalau cocok harga beli dan jual kembali sehari semua urusannya selesai, lagi-lagi kembali ke keinginan konsumen itu sendiri mau yang bagaimana," ujar Saparuddin, Owner Sultan Motor Palembang, Jumat (19/7/2019).

BMKG Luruskan Kabar Potensi Gempa Dibarengi Tsunami Setinggi 20 Meter di Pantai Selatan Jawa

Motor bekas yang banyak dicari biasanya jika untuk pemakaian di kota yakni dengan tampilkan fisik bagus juga mesinnya bagus.

Berbeda dengan motor untuk keperluan alat angkutan hasil pertanian di dusun, tidak masalah kondisi fisik asal mesin dan lainnya bagus tetap diminati.

"Pembeli lebih banyak dari daerah misal Gasing, Muba, Jalur, OKI karena biasanya untuk mengakut padi, karet, dan hasil kebun lainnya jadi cukup motor bekas saja tidak perlu motor baru," tambahnya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved