Binmas Polres OKU Timur Gelar Pra Operasi Bina Karuna Musi, Cegah Karhutla

Satbinmas Polres Kabupaten OKU Timur terus melakukan sosialisasi maklumat larangan membakar hutan dan lahan (Karhutla) yang diterbitkan oleh Provinsi

Binmas Polres OKU Timur Gelar Pra Operasi Bina Karuna Musi, Cegah Karhutla
EVAN/SRIPO
OPERASI - Giat Latihan Pra Operasi Bina Karuna Musi 2019 Polres OKU Timur di Aula Mapolres OKU Timur. 

TRIBUNSUMSEl.COM, MARTAPURA – Satbinmas Polres Kabupaten OKU Timur terus melakukan sosialisasi maklumat larangan membakar hutan dan lahan (Karhutla) yang diterbitkan oleh Provinsi Sumsel dan ditandatangani oleh Gubernur, Kapolda dan Pangdam II Sriwijaya.

Hal itu diungkapkan Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIk melalui Kasat Binmas AKP Fauzi Saleh disela kegiatan Latihan Pra Operasi Bina Karuna Musi 2019 pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Operasi Bina Karuna Musi 2019 pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dimulai sejak 17 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Mapolres OKU Timur.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIk melalui Kasat Binmas AKP Fauzi Saleh mengatakan, tindakan tegas akan diberikan kepada masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan serta ilalang. Ancaman tersebut diberikan sebagai bentuk keseriusan dan upaya dalam menanggulangi bahaya kebakaran.

"Bahkan masyarakat yang membakar sampai dalam skala besar bisa ditangkap, karena hal itu dapat berpotensi mencemari udara dan berdampak pada orang lain. Apabila masyarakat dengan sengaja membakar hutan dan lahan di Kabupaten OKU Timur. Polres OKU Timur akan menindak tegas dengan memberikan sanksi pidana kurungan 15 Tahun penjara,” katanya.

Menurut Fauzi, pihaknya terus menghimbau masyarakat dan perusahaan yang ada di OKU Timur untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar. Terlebih saat ini sudah memasuki musim kemarau.

"Kita sosialisasi terus ke masyarakat dan perusahaan karena sudah dikeluarkan maklumat Kapolda Sumsel, Gubernur Sumsel, Pangdam Sriwijaya tentang pelarangan hutan dan lahan bila masih ada pelakunya akan diberikan sanksi hukum,” katanya.

Sekecil apapun titik api lanjut Fauzi saat ini bisa terdeteksi satelit sehingga siapapun untuk tidak mencoba melakukan pembakaran hutan dan lahan tanpa terkecuali dan alasan apapun. (adv/hen).

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved