Berita Banyuasin

Warga Kesal Ada Pungli Rp 50 Ribu Setiap Melintas di Jalan Perusahaan di Lubuk Lancang Banyuasin

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Pungutan liar (Pungli) di jalan Desa Lubuk Lancang menuju akses perkebunan perusahaan dikeluhkan warga

Warga Kesal Ada Pungli Rp 50 Ribu Setiap Melintas di Jalan Perusahaan di Lubuk Lancang Banyuasin
Istimewa
Lokasi jalan perusahaan perkebunan yang terdapat pungutan liar (Pungli). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Pungutan liar (Pungli) di jalan Desa Lubuk Lancang menuju akses perkebunan perusahaan dikeluhkan warga.

Untuk melintas di areal perkebunan harus merogoh kocek Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu untuk kendaraan mobil pribadi.

Menurut informasi, Selasa (16/7/2019) aksi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum masyarakat bersama petugas keamanan perusahaan.

Oknum ini berjaga di jalan yang dipasang pelang dari pipa besi untuk menghalau kendaraan yang melintas.

Sebenarnya perusahaan melarang jalan poros perkebunan dilalui oleh masyarakat.

Dendam Adiknya Dilaporkan ke Polisi, Udin warga Palembang Tusuk Ramli Hingga Tewas di Lorong Asam

"Inikan akses jalan desa yang melalui perkebunan. Mengapa harus bayar," kata warga yang minta namanya tak ditulis.

Pungutan ini dilakukan dengan terang-terangan.

"Kalau pihak perusahaan melintas di jalan desa, warga tidak meminta sepeserpun uang kepada kendaraan perusahaan. Hingga jalan rusak juga tidak diperbaiki," ujarnya.

Tetapi, mengapa jelas warga, untuk melintas di areal perkebunan perusahaan itu pengendara harus merogoh kocek yang tidak sedikit.

Aksi Pencurian 2 Kotak Amal Masjid di Desa Banuayu Muara Enim Terekam CCTV, 3 Orang Diamankan

"Bagi kami uang Rp 50 ribu sangat berarti. Dan bisa untuk membeli buku anak sekolah, dapat selusin," tutur warga.

Lebih lagi, jelas warga, keluar masuk dari Desa Lubuk Lancang harus mengeluarkan uang Rp 100 ribu untuk kendaraan mobil pribadi.

"Kalau untuk sepeda motor, ada yang bayar ada juga yang tidak. Tapi ini sangat keterlaluan, dan jelas ini namanya pungli musuhnya negara," jelasnya.

Apabila tidak bayar, tidak bisa lewat di portal.

Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Meriahkan Karnaval Kebhinekaan di BKB, Banyak Acara dan Hiburan

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk kepada wartawan menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap laporan masyarakat yang meresahkan.

"Segera kita tindak lanjuti, kalau memang ada akan kita tindak tegas," ungkap Kapolres, karena kegiatan pungli melanggar hukum. (SP/ Mat Bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved